UPAYA imunisasi terbukti mengurangi dan menghilangkan beberapa jenis penyakit mematikan. Salah satu wabah virus yang disebut-sebut telah musnah berkat program vaksinasi adalah virus smallpox (cacar bopeng) yang selalu mengancam jiwa penderitanya. 
Dokter dari Rumah Vaksinasi Pusat Jakarta Ahmad Ismatullah menyebut imunisasi juga berhasil menurunkan kejadian polio secara drastis, hingga banyak negara yang dinyatakan bebas penyakit ini, termasuk Indonesia.
Memasuki pekan imunisasi sedunia yang dilaksanakan 24—30 April, Ahmad menekankan perlunya masyarakat terpapar informasi pentingnya imunisasi, sebagai upaya memotong rantai penyakit menular.
"Imunisasi bermanfaat mencegah penyakit, kecacatan, dan kematian akibat jenis penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), termasuk tuberkulosis, hepatitis B, difteri, pertusis, tetanus, meningitis, campak, rubella, gondongan, pneumonia, polio, hingga diare rotavirus," kata dia, baru-baru ini.
Jenis penyakit tersebut, menurut Ahmad, menjadi salah satu dari banyaknya penyebab kematian anak di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Kematian akibat PD3I diperkirakan mencapai 1,7 juta kematian pada anak atau 5% pada balita di Indonesia.
Imunisasi dilakukan agar setiap anak mendapatkan kekebalan spesifik terhadap jenis-jenis penyakit tersebut. Bukan hanya kekebalan individu upaya melalui imunisasi, melainkan juga diharapkan mampu menciptakan kekebalan kelompok.
"Bila kekebalan individu berguna untuk melindungi satu orang, maka kekebalan kelompok bertujuan saling melindungi antaranggota kelompok di masyarakat, bahkan untuk memotong mata rantai penyakit," ujar alumni Fakultas Kedokteran Unila itu.
Ahmad memaparkan hingga saat ini beberapa jenis imunisasi yang sudah diprogramkan pemerintah, di antaranya hepatitis-B, BCG, polio, DPT, HIV, dan MR (campak rubella). Berdasarkan data profil kesehatan Indonesia 2016, rata-rata cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi di Indonesia telah mencapai 91,58%. Capaian ini lebih besar dari capaian 2015 sebesar 86,54%.
Khusus di Lampung, dari laporan yang sama pada 2016, cakupan imunisasi dasar lengkap telah melampaui capaian nasional yakni 99,22%. Angka tersebut mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yaitu 98,61%.
"Lampung menjadi satu dari 12 provinsi yang melampaui target nasional cakupan imunisasi dasar lengkap. Satu hal yang perlu dipertahankan pada tahun-tahun yang akan datang.

Belum Merata
Ahmad juga memaparkan berdasarkan laporan data profil kesehatan nasional (2016) masih terdapat 23 provinsi yang belum mencapai target nasional imunisasi dasar lengkap. Cakupan imunisasi yang tidak merata itu secara tidak langsung menunjukkan masih banyak anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap. Bahkan, menurutnya, masih ada anak yang tidak pernah mendapatkan imunisasi sama sekali sejak lahir.
"Oleh karena itu, melalui pelaksanaan Pekan Imunisasi Dunia, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dunia tentang pentingnya imunisasi," ujarnya. 



 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR