LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 17 June
11761
Kategori Generasi Emas
Penulis *2/MTVN

Tags

LAMPUNG POST | Memilih Mainan Edukatif untuk Anak
Mainan edukatif. pondokibu.com

Memilih Mainan Edukatif untuk Anak

ORANG perlu lebih cerdas dalam memilihkan mainan untuk si buah hati. Psikolog anak, Novita Tandry, mengatakan setiap permainan untuk anak-anak harusnya bermanfaat dan orang tua harus mendampingi ketika anak sedang bermain. Memilih mainan yang edukatif harus menimbulkan rasa ketertarikan anak untuk memainkan mainan tersebut.
Novita menyarankan sebaiknya orang tua merencakan dulu mainan yang akan dibeli bersama sang anak agar ketika membeli mainan tidak sekadar mengedepankan keinginan, tapi juga menyesuaikan dengan kebutuhan si kecil. Sebelum membelikan mainan baru untuk anak, Novita memberikan beberapa masukan untuk para orang tua.
"Pertama yang harus dipertimbangkan orang tua adalah manfaat dari mainan tersebut untuk anak," kata Novita dalam bincang-bincang pagi di studio Metro TV, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Selanjutnya, hal lain yang juga perlu dipertimbangkan adalah perlunya orang tua meluangkan waktu untuk ikut bermain bersama anak-anak dan terakhir perhatikan jenis mainan dan tahapan usia anak, karena setiap tahapan usia memengaruhi perkembangan motorik anak yang berhubungan dengan kegiatan bermain. "Usia 0—12 bulan tentunya berbeda dengan anak usia 1—3 tahun," kata Novita.
Jika tidak disesuaikan dengan usia, dampaknya adalah anak-anak akan enggan memainkan mainan-mainan yang sudah dibeli. "Orang tua jangan hanya marah ketika banyak mainan anak yang kemudian tidak digunakan, karena memang tidak sesuai dengan yang sedang dibutuhkan mereka," kata dia.
Khusus untuk anak yang sedang memasuki tahapan usia emas 0—6 tahun, menurut Novita, melalui permainan edukatif seharusnya anak dapat belajar tentang berbagai gerak tubuh hingga mengenal berbagai hal baru seperti mengenal warna. Sebab, pada masa itu anak mengalami masa perkembangan sensorik yang sangat pesat, sehingga perlu diberikan stimulan melalui permainan edukatif.

Fidget Spinner

Salah satu jenis mainan edukatif yang kini sedang banyak digandrungi anak-anak adalah fidget spinner. Permainan yang melatih gerakan jari-jari tangan ini disebut memiliki banyak manfaat. Fidget spinner tak sekadar mainan. Di balik itu ternyata ada sejumlah manfaat kesehatan yang bisa dihasilkan dari mainan tersebut.
"Ternyata ini berkaitan dengan neuroscience dan sensor integrasi. Penelitian di Amerika bahwa anak-anak berkebutuhan khusus yang dilatih menggunakan fidget spinner dapat lebih cepat menyesuaikan diri dengan lingkungannya," ujar dokter spesialis anak TB Rachmat Sentika, dalam Newsline di Metro TV, Jumat (16/6/2017).
Rachmat menjelaskan sensor integrasi itu dapat menghasilkan empat hormon kesenangan yang dalam istilah kedokteran dikenal dengan hormon oksitosin, dopamin, endorfin, dan serotonin. Sensor integrasi inilah yang bisa menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan sehingga biasanya para psikolog atau dokter spesialis anak yang berkecimpung dalam spesialisasi tumbuh kembang anak ikut merekomendasikan alat yang bisa menghasilkan sensor integrasi.
Dari permainan fidget spinner sensor integrasi ini bisa dilihat secara kasat mata ada perubahan warna dan suara putaran seperti getaran dari garpu tala. Keduanya bisa ditangkap seluruh pancaindra. Inilah yang akan merangsang otak kiri dan otak kanan dalam pembentukan hormon kesenangan.

LAMPUNG POST

BAGIKAN

TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv