LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 16 June
3449
LAMPUNG POST | Memilih Informasi Kesehatan  dari Sumber Tepercaya
Ilustrasi informasi kesehatan. lh6.googleusercontent.com

Memilih Informasi Kesehatan dari Sumber Tepercaya

KECANGGIHAN teknologi yang kini semakin berkembang membuat para orang tua dengan mudah mencari berbagai informasi tentang tumbuh kembang anak. Tak terkecuali tentang informasi kesehatan yang banyak tersebar di dunia maya atau internet. Namun, tidak semua informasi yang beredar di internet tersebut dapat dipercaya keabsahannya.
Oleh karena itu, untuk mencari informasi secara daring khususnya tentang kesehatan dan tumbuh kembang anak, orang tua perlu selektif dan mampu memilih informasi dari sumber yang terpercaya. Pasalnya, banyak kasus kesehatan yang terlambat ditangani karena orang tua cenderung memercayakan penanganan berdasarkan informasi yang didapat secara daring.
"Banyak kasus yang kami alami masyarakat cenderung datang terlambat karena banyak informasi yang mereka percaya tidak dapat dipertanggungjawabkan sumbernya dari internet," ujar Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia Cabang Jakarta Rini Sekartini saat peluncuran Video Seri Edukasi di Jakarta, Rabu (14/6/2017).
Untuk itulah, IDAI Cabang Jakarta menginisiasi pembuatan 35 seri video informasi kesehatan untuk para orang tua. "Kami ingin orang tua mendapatkan informasi yang tepercaya. Sekarang kan kebanyakan orang tua mengandalkan dunia maya yang belum tentu bisa dipertanggungjawabkan. Jadi, kami memberikan sarana ini pada masyarakat," ujar Rini.
Nantinya, video-video tersebut akan diputar di fasilitas kesehatan, terutama rumah sakit praktik para dokter yang tergabung dalam IDAI, hingga tempat-tempat pelaksanaan posyandu. "Kami melihat jika di tempat praktik kami banyak televisi LED yang dipakai untuk memutarkan video kesehatan, kenapa tidak kami menyumbang di sana," kata Rini.
Meskipun demikian, lanjut Rini, tidak menutup kemungkinan jika masyarakat ingin memutarkannya di luar sarana kesehatan, IDAI akan memfasilitasinya. Akan tetapi, butuh surat dan perizinan kepada IDAI karena mereka tidak memiliki hak paten atas video tersebut. "Kami pakai copyright. Kalau hak paten, mahal harganya," kata dia.
Lebih lanjut Rini menyebut sebanyak 35 seri video tersebut berisikan masalah-masalah terkait kesehatan anak mulai dari lahir hingga tahap-tahap pertumbuhan anak. Video informasi kesehatan anak tersebut dilengkapi teks supaya orang yang menonton di tempat ramai tetap bisa menerima informasi dengan baik.
Selain itu, pemilihan meteri video didasarkan pada 14 Unit Kerja IDAI yang masing-masing menyumbang dua ide tema kesehatan dan tumbuh kembang anak. "Yang paling sulit adalah bagaimana pemilihan materinya, karena kami harus memilih yang bagus, namun dibawakan dengan bahasa yang mudah dimengerti masyarakat," ujar dokter spesialis anak, Putri Maharani.
Setiap video berdurasi tidak lebih dari 5 menit. Atas video tersebut, IDAI secara khusus mendapat apresiasi dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri) dalam kategori seri edukasi kesehatan terbanyak.
Sebelum IDAI Jakarta meluncurkan video informasi kesehatan, sebagai bentuk penyesuaian terhadap cara orang tua mencari sumber informasi kesehatan yang banyak memanfaatkan teknologi, IDAI Pusat telah meluncurkan aplikasi ponsel yang mendukung tumbuh kembang anak Indonesia.
Peluncuran dilakukan saat memperingati Hari anak nasional 2016. Pada aplikasi yang diberinama Prima dan menggunakan kurva milih WHO tersebut, orang tua dapat memasukkan data anak berdasarkan indikator usia, tinggi badan, dan berat badan. Aplikasi Prima ini berisi antara lain grafik pertumbuhan WHO dan CDC, jadwal imunisasi, tahap perkembangan anak, materi edukasi orang tua, screening, dan kuisioner kunjungan ke dokter.

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv