LAMPUNG POST | lampost.co logo
LAMPUNG POST | Memfitnah Qatar
Ilustrasi. sgimage.detik.net.id

Memfitnah Qatar

QATAR menjadi sorotan dunia. Sebuah negara kecil kaya akan minyak dan gas di kawasan Teluk Persia, dituduh tetangganya mendanai terorisme. Negara beribu kota Doha itu dituding mendukung kegiatan teroris, seperti Al-Qaeda, Islamic State (IS), dan Ikhwanul Muslimin (IM). Akibatnya, pada 5 Juni 2017,  Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Mesir, Yaman, Libya, dan Maladewa memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.
Puncak ketegangan Qatar dengan negara-negara Arab terjadi pada 23 Mei atau dua hari setelah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Arab Islam-Amerika di Kota Riyadh. KTT yang juga dihadiri Presiden AS Donald Trump itu, Emir Qatar Sheikh Tamin bin Hamad al-Thani menyatakan negaranya memiliki hubungan spesial dengan Iran dan Israel.
Tidak itu saja, Qatar ternyata memiliki jaringan media global dan kegiatan ekonomi modern, sehingga negeri itu mempunyai posisi penting di panggung regional dan dunia Islam pada masa mendatang di Timur Tengah.  Qatar adalah kerajaan kecil di Teluk Persia. Jumlah penduduknya hanya 2,6 juta jiwa. Mayoritas penduduknya atau sekitar dua juta adalah pekerja asing. Dulu, Qatar merupakan negara paling miskin di Teluk.
Doha adalah tempat lokasi pencarian mutiara. Pada abad ke-20, kehidupan di Qatar berubah 90 derajat. Setelah ditemukannya cadangan minyak bumi dan gas dalam jumlah yang sangat besar. Dengan kekayaan alam itu, Qatar membangun kawasan bisnis.   Hasilnya? Terlihat jelas dari perkembangan, Doha bertransformasi menjadi salah satu kota paling modren di dunia.
Karena keberhasilan membangun, Qatar ditunjuk FIFA menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Qatar pun mampu memiliki pendapatan bruto sebesar 353 miliar dolar AS. Pendapatan per kapita penduduknya sebesar 145 ribu dolar AS. Qatar juga  memanfaatkan keuntungan dari minyak itu untuk membangun industri dan pusat keuangan syariah.
Perubahan itulah membuat Qatar menjadi salah satu raksasa ekonomi di kawasan Teluk. Negara-negara Arab pun ciut. Qatar memiliki kemampuan ekonomi luar biasa. Itu ditandai sejak ia mereformasi diri dibanding negara Teluk lainnya. Reformasi berhasil. Qatar memiliki pengaruh besar. Padahal Qatar adalah negara monarki sama seperti Arab Saudi, Libya, Mesir, dan Yaman.
Berhasil dalam menata pemerintahan, negara Arab lainnya terancam. Perbedaan pandangan antara negara dengan keluarga monarki di jazirah lebih konservatif. Apalagi kekuatan ekonomi, membuat Qatar dimusuhi. Qatar menjadi pesaing baru. Hanya kebetulan, pemicu pemutusan diplomatik secara serentak, ketika Presiden Donald Trump menyatakan Qatar penyokong kelompok teroris. Ini namanya pembusukan!
Sama halnya ketika Presiden George W Bush berkuasa. Pasukan Amerika menyerbu negara Irak dengan alasan Saddam Hussein menimbun senjata pemusnah massal.  “Informasi penggunaan senjata kimia oleh Suriah juga dilebih-lebihkan. Ini seperti kebohongan senjata pemusnah massal Saddam di Irak," kata Ketua Komite Urusan Luar Negeri Majelis Rendah Parlemen Rusia, Alexei Pushkov. 

***

Terkait krisis Suriah juga di Qatar, Moskow memperingatkan Amerika agar tidak mengulangi kesalahan lagi saat menyerbu Irak dengan alasan Saddam menimbun senjata pemusnah. Hingga rezim Saddam jatuh, tuduhan itu tak pernah muncul ke permukaan – alias dibuktikan. Sebuah isapan jempol! Akankah Qatar hancur lebur seperti Irak dan Suriah hanya karena difitnah?
Alquran mengingatkan umat Islam dalam surah Albaqarah Ayat 191 yang berbunyi:  “Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu; dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir”.
Kitab suci dengan terang benderang mengatakan tentang bahaya fitnah. Oleh sebab itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Qatar membantah tuduhan Amerika dan negara Arab lainnya bahwa negaranya berkomplot dengan teroris. Qatar tidak akan mundur dan mengubah kebijakan negerinya terhadap perselisihan dengan negara-negara Arab.
"Kami tidak siap untuk menyerah dan tidak akan pernah menyerah, kemerdekaan dari kebijakan luar negeri kami," kata Menlu Qatar Syeh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani.
Negeri Qatar melesat sejak Inggris memberikan kemerdekaan, apalagi alih reformasi kepemimpinan terjadi alami di keluarga Al-Thani. Kekuasaan generasi lama disimbolkan Khalifa bin Hamad Al Thani, lalu  diambil alih oleh anaknya, Hamad bin Khalifa Al Thani. Perubahan di  negara itu sangat besar dan mendasar baik hukum maupun ekonomi bisnis.
Qatar membuka diri dan membentangkan karpet merah bagi luar negeri. Seperti Universitas John Hopkins dikenal dengan sekolah medis terbaik, dan Brookings Institutions diketahui sebagai think tank besar asal Amerika melirik negara teluk satu ini. Mengapa? Dengan penerimaan gas membuat Qatar menggratiskan biaya pendidikan dan kesehatan untuk rakyatnya.
Negara yang merdeka pada pada 1971 itu, memiliki cadangan gas alam cair (LNG) terbesar di dunia, atau nomor tiga setelah Rusia dan Iran.  Cadangan gas mencapai 900 triliun kaki kubik. Qatar menjadi eksportir LNG. Belum lagi penerimaan minyak dan gas, membuat pendapatan per kapita Qatar lebih 100 ribu dolar AS jauh melebihi bangsa Amerika dan Inggris.
Sangat wajar bangsa-bangsa Arab dan Amerika iri dan ingin menguasai kekayaan alam yang dimiliki Qatar. Allah sendiri berjanji di dalam Alquran Surah Al-A’raaf Ayat 96: "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Allah akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi".
Lalu bagaimana Indonesia? Bangsa ini sangat berkepentingan dengan kemakmuran Qatar. Karena lebih 43 ribu warga Indonesia menjadi tenaga kerja di negara tersebut. Damailah Qatar.  ***

BAGIKAN


loading...

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv