POPULASI penduduk tidak dapat dibendung dengan mudah. Dampak padatnya penduduk di antaranya persoalan penyediaan pangan. Karena itu, pemerintah harus terus berinovasi untuk meneliti sumber pangan pengganti selain nasi.  Diversifikasi pangan yang mungkin, yakni lewat komoditas singkong atau ketela. Pekan lalu Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pun meluncurkan pojok inovasi bernama Cassava Castle di Bandar Lampung. 

Cassava Castle dikelola Balai Besar Teknologi Pati (BBTP) BPPT di Lampung. Kehadiran pojok inovasi ini bertujuan mendongkrak pamor singkong (ubi kayu) bernilai ekonomi dan menjadi alternatif keragaman pangan.  Kita perlu apresiasi kinerja pemerintah dalam inovasi di bidang pangan tersebut. Terlebih Provinsi Lampung merupakan produsen tapioka terbesar di Indonesia. Terdapat 74 pabrik tapioka dengan kapasitas produksi lebih dari 2 juta ton. 



Aktivitas produksi pabrik tapioka di Lampung membutuhkan bahan baku ubi kayu minimal 8 juta ton. Sayang, stok bahan baku di Lampung hanya sekitar 6,5 juta—7 juta ton per tahun. industri tapioka di Lampung sangat rentan kekurangan bahan baku. Lampung Tengah menjadi produsen besar singkong, namun pada 2017, harga singkong sempat anjlok. Petani banyak yang berteriak tentang harga singkong. Di Lampung Utara, beberapa pekan terakhir harga singkong anjlok di kisaran Rp1.200/kg. 

Persoalan petani singkong harus menjadi perhatian kita semua. Persoalan saat ini sebenarnya bukan harga jual singkong, melainkan potongan yang diberikan pada saat penjualan. Mulai dari tingkat pengepul sampai di perusahaan atau pabrik. Belum lagi soal pupuk, khususnya pupuk bersubsidi yang justru sulit didapatkan petani. Jika dihitung-hitung setiap panen paling banyak petani singkong menerima Rp600/kg, bahkan nilai itu makin berkurang dengan luasan tanam yang sedikit.

Karena itulah, keberadaan Cassava Castle di Provinsi Lampung harus kita sambut baik. Cassava Castle dengan konsep kafe kekinian dan instagramable. Konsep ini memancing mahasiswa dan masyarakat lain merasakan sensasi produk olahan ubi kayu.   Berbagai menu tersedia dengan harga terjangkau bahkan tersedia WiFi, ruang AC dan outdoor, desain kekinian, lokasi yang representatif dan dekat dengan kampus cocok untuk mahasiswa. Panganan singkong olahan berpeluang menjadi lebih populer. 

Jika industri singkong olahan tumbuh pesat, petani tak melulu menggantungkan nasib mereka kepada pabrik tapioka. Harapannya petani makin sejahtera dengan bisnis seperti halnya Cassava Castle sehingga indeks nilai tukar petani makin baik.  
 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR