BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Mengajarkan pengetahuan keagamaan harus dilakukan sejak dini dan dengan cara-cara sederhana. Sebab, anak usia dini akan lebih cepat menangkap dan menanamkannya dalam diri.
Cara tersebut diterapkan di Taman Kanak-kanak Islam Smart Robbani yang beralamat di Jalan Cabe I No. 15, Beringinraya, Kemiling, Bandar Lampung. Di sekolah ini anak sudah dikenalkan dengan nilai-nilai tauhid dan akidah untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Allah swt dan Rasul.
Kepala TK Islam Smart Robbani, Neti Oktavia, mengatakan hal itu dilakukan untuk mewujudkan generasi masa depan berkarakter dan saleh serta memiliki keimanan yang baik dalam proses kehidupan di kemudian hari.
Neti mengatakan langkah yang perlu dilakukan guru dalam mengajarkan pengetahuan agama dan ketauhidan adalah dengan cara sederhana seperti mengajak anak mengamati lingkungan sekitar serta melihat alam dan benda-benda yang ada di dekatnya sebagai ciptaan Tuhan.
“Saat mengajarkan tauhid kami lakukan dengan cara sederhana saja, seperti mengenalkan sesuatu benda di alam ini bahwa merupakan ciptakan dari Yang Mahakuasa, sehingga anak dapat memahaminya,” kata dia, Kamis (28/12/2017).
Di sekolah yang mempunyai visi mendidik generasi saleh, cerdas, mandiri, berwawasan, dan berakhlak islami itu selain mengenalkan alam sekitar, hal lain yang juga dilakukan untuk menanamkan keimanan siswa adalah dengan membiasakan siswa menjalankan ibadah sehari-hari secara disiplin. Dengan membiasakan anak menjalankan kewajiban agama sejak dini, diharapkan mereka akan akrab dan mampu menjalankan kewajibannya tersebut secara konsisten saat dewasa.
Neti menyebut sebagai lembaga pendidikan dini berbasis keagamaan, selain menekankan untuk membentuk generasi yang saleh, sekolahnya juga memiliki beberapa program unggulan yang dilaksanakan yang mendukung visi sekolah, seperti melatih siswa agar mampu menghafal 25 surah pendek Alquran, 31 hadis-hadis pendek, dan 32 doa sehari-hari.
Sementara itu, di dalam interaksi keseharian, siswa juga selalu dibimbing untuk berperilaku terpuji di antaranya dengan membudayakan 5S, yaitu senyum, sapa, salam, sopan, dan santun.
Setiap pengetahuan dan pembiasaan tersebut, menurut Neti, dilakukan untuk membantu mengasah dan menstimulus kecerdasan setiap anak. Sebab, pada usia dini ada beberapa kemampuan dasar yang perlu dikembangkan secara maksimal meliputi moral, kemampuan fisik, seni, dan kecerdasan sosial emosional anak.
“Siswa di sekolah kami rata-rata berusia antara 2—6 tahun. Pada usia inilah orang tua dan guru perlu menggali potensi dasar anak karena mereka sedang berasa pada masa emas perkembangan kecerdasannya,” kata dia. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR