MESUJI (lampost.co) -- Taman Kanak-kanak Kartini Desa Ajijaya, Kecamatan Simpangpematang, Kabupaten Mesuji, menekankan pendidikan budi pekerti kepada setiap siswanya. Hal tersebut dilakukan karena budi pekerti menjadi nilai terpenting yang harus dikembangkan sejak dini hingga anak tumbuh dewasa.
Kepala TK Kartini, I Made Sudarmaya, mengatakan kegiatan pendidikan yang kini melibatkan tiga guru itu selalu berupaya membentuk siswa menjadi pribadi yang baik.
"Yang paling penting dalam kehidupan saat ini adalah budi pekerti yang luhur, sopan santun, dan tahu tata krama itu yang selalu kami ajarkan," kata Made di kantornya, Jumat (15/12/2017).
Dia menambahkan para guru juga selalu melatih setiap anak memiliki kepercayaan diri, dengan selalu mengikutsertakan siswa dalam berbagai kegiatan perlombaan, baik di tingkat kecamatan hingga kabupaten.
Made menekankan melibatkan siswa dalam berbagai kegiatan sangat penting mengingat anak usia di bawah tujuh tahun membutuhkan banyak pelatihan, terutama yang melatih rasa kepercayaan diri.
"Kami memang belum memiliki banyak prestasi karena sebenarnya bukan itu tujuannya. Kami ikut sertakan anak-anak dalam berbagai perlombaan agar mereka belajar berjuang, belajar untuk berani, dan belajar untuk menerima kekalahan. Itu adalah pelajaran paling penting di dalam hidup agar mereka bisa menghargai sesuatu," ujarnya.
Menjabat sebagai kepala sekolah sejak awal merintis TK Kartini, yaitu tahun 2010, Made mengaku masih banyak fasilitas pendidikan di sekolahnya yang perlu ditambah guna menunjang pendidikan yang maksimal.
Saat ini TK Kartini memiliki 45 siswa, dengan fasilitas dua ruangan belajar dan satu ruang guru. Taman bermain hanya diisi satu ayunan, belum ada pagar.
Meski demikian keterbatasan tersebut tidak membuat para guru dan siswanya patah semangat, mengingat banyaknya perhatian yang dicurahkan pemerintah desa juga dinas terkait. "Kami berharap dapat memiliki satu ruangan kelas baru untuk belajar mengajar," kata dia.
Jika ruang kelas ditambah, sekolah juga tentu membutuhkan penambahan tenaga pengajar. 

 

loading...

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR