LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 18 July
4894

Tags

LAMPUNG POST | Membangun Pertahanan Negara dengan Pendekatan Kesejahteraan Rakyat
Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan salah satu bentuk membangun pertahanan negara melalui pendekatan kesejahteraan rakyat. Antaranews.com

Membangun Pertahanan Negara dengan Pendekatan Kesejahteraan Rakyat

KONSTITUSI negara kita mengamanatkan bahwa bela negara atau mempertahankan negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara. Sebagai jabarannya, sistem pertahanan negara diatur oleh UU Nomor 3/2002 dengan sifat semesta yang melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan sumber daya nasional lainnya, serta dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total, terpadu, terarah, dan berlanjut.
Untuk melaksanakan hal itu, TNI diberi tugas oleh UU Nomor 34/2004 tentang TNI untuk memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sebagai salah satu bentuk OMSP (operasi militer selain perang). Mengalir dari amanah konstitusi tersebut dan dilatarbelakangi sejarah perjuangannya, tidak ada kata lain bagi TNI-AD untuk senantiasa manunggal dengan rakyat dan oleh karenanya, menempatkan pertempuran dan pembinaan teritorium sebagai fungsi utama.
Pembinaan teritorium diselenggarakan dalam rangka menyiapkan wilayah pertahanan secara dini dan terus-menerus agar memiliki kesiapan untuk mendukung terwujudnya pertahanan semesta melalui pendekatan kesejahteraan. Memang, dalam Pasal 5 UU Nomor 34/2004 menyebutkan bahwa TNI berperan sebagai alat negara di bidang pertahanan yang dalam menjalankan tugas mereka berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara.
Namun, Presiden RI selaku pemegang kekuasaan tertinggi atas TNI menyadari betul bahwa dalam kesemestaan ini pertahanan negara tidak hanya bertumpu pada kekuatan militer, tetapi juga aspek nirmiliter. Hakikat dan roh kekuatan pertahanan negara dalam sistem pertahanan semesta berada pada rakyat yang sejahtera dan manunggal dengan TNI. Oleh karenanya, dalam mengatasi berbagai persoalan masyarakat, termasuk di bidang pangan, Presiden memerintahkan TNI-AD membantu Kementerian Pertanian dengan cara melakukan pendampingan.

Swasembada Pangan

Presiden RI Joko Widodo telah menetapkan program swasembada pangan sebagai salah satu prioritas dalam Nawa Cita. Pembangunan ketahanan pangan ini merupakan amanat dari UU Nomor 7/1996 tentang Pangan, dengan pemerintah bersama masyarakat berupaya mewujudkan ketahanan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Negara harus berada di depan untuk melindungi kedaulatan pangan rakyatnya, sebagaimana juga dilakukan negara-negara maju seperti AS, Uni Eropa, dan Jepang yang memproteksi produksi, pasar pangan, beserta petaninya dari serbuan impor. Di tengah kompleksitas permasalahan saat ini, petani sebagai pelaku utama pertanian tentu akan menemui kesulitan apabila tidak mendapat dukungan dari pihak-pihak lain. Semua stakeholder yang terkait dan memiliki komitmen kebangsaan perlu melibatkan diri untuk bersama-sama mendukung pencapaian program ketahanan pangan tersebut.
Dalam hal ini, negara tentu saja dapat memanfaatkan berbagai sumber daya yang dimilikinya untuk kepentingan rakyat. TNI-AD selaku alat negara memiliki kewajiban untuk ikut mendukung program pemerintah di bidang pertanian demi mewujudkan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Secara operasional, mekanisme pelaksanaannya dituangkan dalam nota kesepahaman dengan Kementerian Pertanian yang mengatur sinergi dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dalam konteks ini, jajaran TNI-AD merupakan satu tim operasional bersama dengan kelembagaan yang menangani pertanian di setiap tingkatan wilayah dalam pelaksanaan kegiatan pencapaian swasembada pangan.
Sebagai implementasi dari fungsi pembinaan teritorial, program pendampingan tersebut dilakukan komando kewilayahan mulai dari kodam, korem, kodim, koramil, hingga tingkat babinsa sehingga tidak mengurangi kesiapan operasional prajurit dan satuan TNI-AD di bidang pertempuran. Selama tiga tahun pelaksanaannya, program itu telah memberikan manfaat yang sangat signifikan.
Kita telah berhasil memenuhi kebutuhan beras sebagai komoditas pangan utama bagi masyarakat Indonesia sehingga tidak lagi harus mengimpor dari negara lain.

Sinergi Lintas Sektoral

Program pendampingan ini, secara tidak langsung, juga mempersempit ruang gerak mafia beras maupun para tengkulak yang selama ini merugikan para petani. Di samping bidang pertanian, TNI-AD juga berperan aktif dalam berbagai kegiatan seperti penanggulangan bencana, membantu program KB, reboisasi, membantu peningkatan pendidikan di wilayah perbatasan dan terisolasi, penanggulangan buta aksara, dan lain-lain.
Bagi TNI-AD, perbantuan kepada kementerian/lembaga dalam mengatasi berbagai persoalan merupakan salah satu implementasi dari pemberdayaan wilayah pertahanan (Pasal 7 UU Nomor 34/2004). Amanah undang-undang tersebut telah dijabarkan ke dalam doktrin-doktrin operasional.
Sebagai fungsi utama, pembinaan teritorium diimplementasikan dalam kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan-kegiatan tersebut tidak memerlukan keputusan politik negara secara khusus. Semua itu dilakukan secara dini dan berkesinambungan untuk mewujudkan sistem pertahanan yang semesta.
Tidak dimungkiri, pelaksanaan program kerja sama dengan kementerian/lembaga itu menghadapi beberapa persoalan teknis. Namun, kekurangan-kekurangan tersebut sudah tentu tidak menghentikan upaya besar yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.
Kendati demikian, perlu terus dievaluasi dan dilakukan perbaikan. Oleh karenanya, diperlukan sinergi lintas sektoral untuk menutupi berbagai kekurangan yang terjadi dengan saling membantu sehingga dapat dicapai hasil yang lebih baik, dengan muara akhirnya adalah kesejahteraan rakyat Indonesia.
Jika rakyat Indonesia sejahtera serta manunggal dengan TNI, sistem pertahanan negara juga menjadi kuat, dan kita tidak akan mudah untuk dihancurkan oleh siapa pun. Kemanunggalan TNI-rakyat dalam sishanta (sistem pertahanan yang semesta) ialah ciri khas tentara Indonesia yang tidak ditemukan di negara lain.

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv