EFEK bencana tsunami Selat Sunda akibat erupsi Gunung Anak Krakatau pada penghujung Desember tahun lalu berdampak panjang. Selain kerusakan infrastruktur, bencana dahsyat itu juga memengaruhi kunjungan wisatawan ke Lampung.

Badan Pusat Statistik Lampung menyebut turunnya kunjungan wisatawan turut memukul bisnis perhotelan.  BPS mencatat tingkat hunian hotel di Lampung Januari 2019 hanya 45,32%. Angka tersebut turun 24,13% dibanding Desember 2018 mencapai 69%.



Untuk mengembalikan minat wisatawan ke Lampung tidak mudah. Selain gencar mempromosikan objek wisata di Lampung, infrastruktur dan kemudahan akses juga penting. Salah satu akses yang cukup vital adalah dari jalur udara. Oleh karena itu, kita mengapresiasi kerja keras Pemerintah Provinsi Lampung yang berhasil menaikkan status Bandar Udara Radin Inten II sebagai bandara internasional. Pada Sabtu, (4/5), uji coba penerbangan internasional pun mulai dilakukan.

Pesawat Citilink A320 take off dari Lampung pukul 08.45 menuju Malaysia. Ada 180 penumpang penerbangan perdana tersebut. Mereka terdiri atas sejumlah pejabat pemerintah, petinggi BUMN/BUMD, dan pengurus Kamar Dagang dan Industri. 

Penerbangan internasional tersebut merupakan momen penting, terutama bagi pertumbuhan pariwisata Lampung ke depan. Kita amat berharap dengan adanya jalur penerbangan internasional, jumlah kunjungan wisatawan asing meningkat.

Dinas Pariwisata Lampung  mencatat selama 2018 kunjungan wisatawan asing ke Lampung mencapai 274.742 orang didominasi dari Australia dan Amerika. Mereka umumnya ingin menikmati destinasi pantai, berselancar, serta kawasan konservasi di Pesisir Barat dan Lampung Timur.

Status bandara internasional tidak main-main lagi. Peningkatan status bandara justru pekerjaan rumah makin besar. Ke depan, aktivitas bandara menjadi lebih sibuk. Jam terbang bisa jadi yang tadinya hanya sampai pukul 21.00, akan menjadi larut malam atau sampai dini hari—24 jam operasional.

Bandara yang makin sibuk perlu membuat komitmen, khususnya waktu terbang. Keterlambatan penerbangan harus minimal. Prioritasnya take off tepat waktu. Pemerintah Provinsi Lampung, tinggal menunggu momen lagi. Apakah rute-rute internasional akan diterapkan penuh menjelang mudik Lebaran atau sebelum pelaksanaan ibadah haji 2019. 

Membuat event internasional juga menjadi tantangan Pemprov Lampung untuk makin membangkitkan penerbangan internasional. Pemprov bisa saja memberi intensif, misalnya bagi organisasi atau lembaga, baik itu pariwisata maupun olahraga yang mengadakan kegiatan internasional.

Intensif tersebut bisa berupa fasilitas tempat, dana, maupun lainnya. Begitu pula dengan budaya Lampung. sudah saatnya promosi budaya Lampung makin digencarkan. Semoga pariwisata bisa menjadi makin dikenal sehingga traffic penerbangan bisa berkorelasi makin tinggi. n

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR