BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Menarik, mungkin itu peribahasa yang dapat digambarkan pada ruang persidangan Kartika Pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjungkarang, Bandar Lampung. Ruangan ini dikhususkan untuk mengadili anak di bawah umur yang tersangkut berbagai masalah.

Tidak sembarangan orang dapat memasuki ruangan ini, ketika berlangsung persidangan ruangan ini steril dari pengunjung pengadilan, hampir setiap pintu tertutup rapat, didalam hanya ada terdakwa, saksi, jaksa dan tiga hakim yang mengadili.



Termasuk wartawan yang hendak melakukan peliputan di ruangan itu tak jarang mendapat teguran, bukan tanpa alasan petugas melarang, selain yang diadili adalah anak yang berstatus di bawah umur, ruang kedua kebanyakan dari anak-anak yang diadili merasa ketakutan.

Atas alasan itu ruangan ini disulap oleh pihak pengadilan menjadi ruang yang indah, selain meja kursi dengan desain menarik seperti ruang belajar mengajar di sekolah, ruangan ini juga dipenuhi gambar-gambar yang cukup memukau para terdakwa anak yang menjalani persidangan.

"Mumpung sidang belum ada kita foto-foto dulu disini, ruangan ini seperti taman kanak-kanak unik, kursi mejanya mini semua, banyak gambar dan lukisanya," ujar petugas Pengadilan kepada Lampost.co, Sabtu (7/10/2017).

Ruangan ini, kata petugas, dikhususkan untuk para terdakwa anak, tidak ada yang diperbolehkan masuk terkecuali keluarga dekat dari korban atau pelaku.

"Ada alasannya kenapa nggak boleh disorot atau dilihat, mereka masih anak-anak dan masih punya masadepan kalau mereka disorot takutnya mereka tidak semangat lagi untuk meraih cita-cita setelah menjalani masa hukuman," kata petugas PN Tanjungkarang, yang keseharianya menjaga kemanan di lingkungan kantor itu.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR