LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 2 June
3892
Kategori Nasional
Penulis MTVN
Editor Winarko
LAMPUNG POST | Mei 2017, Nilai Tukar Petani Naik 0,14 Persen
Ilustrasi petani. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

Mei 2017, Nilai Tukar Petani Naik 0,14 Persen

JAKARTA (Lampost.co) -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) mengalami kenaikan tipis 0,14 persen menjadi 110,15 dibandingkan bulan sebelumnya.

Kenaikan NTP ini terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,73 persen lebih besar dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,59 persen.

"Mei ini NTP-nya adalah 100,15 ada kenaikan tipis 0,14 persen," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers rutin di Kantor Pusar BPS, Jakarta Pusat, Jumat 2 Juni 2017.

Suhariyanto menjelaskan kenaikan NTP pada Mei 2017 dipengaruhi oleh naiknya NTP pada subsektor tanaman pangan yakni sebesar 0,85 persen dengan komoditas yang mempengaruhi adalah harga gabah dan palawija khususnya komoditas jagung dan ketela.

Selain dipengaruhi oleh subsektor tanaman pangan, NTP Mei juga dipengaruhi oleh susektor hortikultural sebesar 0,12 persen, peternakan sebesar 0,03 persen, dan subsektor perikanan 0,1 persen. Berdasarkan catatan BPS, NTP yang mengalami kenaikan tertinggi berada di Jawa Barat dan NTP yang mengalami penurunan terbesar di Bangka Belitung.

Kemudian, lanjut Suhariyanto, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional pada Mei 2017 juga mengalami peningkatan 0,49 persen menjadi 109,15 persen dibandingkan bulan lalu.

"Kemudian untuk NTUP mengalami kenaikan 0,49 persen menjadi 109,15 persen," sebut dia.

Kenaikan NTUP disebabkan oleh naiknya NTUP diempat sektor yaitu seubsektor pangan sebesar 1,29 persen, subsektor hortikultural 0,55 persen, subsektor peternakan 0,26 persen, dan subsektor perikanan sebesar 0,29 persen. Sementara subsektor tanaman perkebunan rakyat turun sebesar 0,39 persen.

"Jadi bisa dilihat NTUP di seluruh subsektor mengalami kenaikan kecuali untuk perkebunan karena ada penurunan harga di beberapa komoditas tadi seperti karet kakao dan kelapa sawit," jelas dia.

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv