MEDIA sosial pasti memberi dampak pada psikologi, baik positif maupun negatif. Sebuah penelitian yang dipublikasi dalam jurnal Depression and Anxiety menyebutkan bahwa pengalaman negatif di media sosial berhubungan dengan gejala depresi.

Para peneliti menyurvei 1.179 siswa berusia antara 18 hingga 30 tahun tentang penggunaan dan pengalaman media sosial mereka. Para partisipan juga mengisi kuesioner untuk menilai gejala depresi mereka.



Para peneliti menemukan setiap 10% peningkatan pengalaman positif di media sosial berkaitan dengan penurunan 4% dalam kemungkinan gejala depresi. Namun, setiap 10% peningkatan pengalaman negatif berkaitan dengan peningkatan 20% dalam kemungkinan gejala depresi.

Karakteristik lain juga dikaitkan dengan partisipan yang mengalami gejala depresi. Sebagai contoh, dibandingkan dengan pria, wanita memiliki kemungkinan 50% lebih tinggi mengalami gejala depresi.

Para peneliti juga mengatakan bahwa sementara temuan masih perlu direplikasi, praktisi kesehatan masyarakat dapat mulai menggunakannya untuk mengedukasi masyarakat tentang risiko interaksi media sosial yang negatif.

"Temuan kami dapat mendorong orang untuk lebih memperhatikan pertukaran daring mereka. Ke depan, hasil ini dapat membantu para ilmuwan dalam mengembangkan cara-cara untuk campur tangan dan melawan efek negatif sambil memperkuat yang positif," ujar Primack.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR