JAKARTA (Lampost.co)--Dompet Kemanusiaan Media Group (DKMG) bersama Yayasan Sukma menggelar pelatihan penanggulangan bencana kepada para guru di Kabupaten Pandeglang, Banten. Sebanyak 90 guru SD, SMP, dan SMA dari empat kecamatan yakni Carita, Labuan, Panimbang, dan Sumur, dibekali pengetahuan serta keterampilan mitigasi dan pengurangan risiko bencana.

Direktur Pendidikan Yayasan Sukma, Ahmad Baedowi, menyatakan pembekalan pengetahuan dan kemampuan praktis mitigasi bencana amat diperlukan bagi para guru. Pasalnya, pendidikan merupakan salah satu sektor yang rentan di setiap kejadian bencana.



"Trauma healing sebenarnya melalui pendidikan. Trauma healing diintegrasikan dalam praktik belajar-mengajar demi membangun basis jangka panjang sehingga nanti guru-guru dan murid lebih siap menghadapi bencana. Ini solusi melalui praktik pendidikan yang nantinya bisa dilakukan setiap hari dalam kelas," ungkapnya di lokasi pelatihan di SMA Mathla'ul Anwar, Pandeglang, Selasa (15/1/2019).

Menurutnya, pembangunan kapasitas warga sekolah terkait dengan mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana perlu ditingkatkan. Perhatian dalam setiap kejadian bencana agar jangan melulu berfokus pada aspek fisik sekolah, tapi juga mental dan keterampilan.

"Saya kira ini kepedulian Media Group bahwa banyak pemangku kepentingan kependidikan kurang peduli pada setiap bencana responsnya selalu hal fisik seperti kerusakan," imbuhnya.

Dalam kegiatan tersebut, para guru dilatih kemampuan mengidentifikasi potensi dan risiko bencana di lingkungan sekolah. Nantinya, mereka diharapkan mampu membuat sistem penanggulangan bencana di sekolah masing-masing. Mulai dari memetakan kerentanan bencana di wilayah sekolah hingga pembuatan jalur evakuasi. Selain itu, pendidikan kebencanaan juga akan diintegrasikan dalam praktik belajar-mengajar kepada murid.

"Rata-rata guru tidak punya keterampilan praktis menghadapi bencana secara edukatif. Kegiatan ini untuk menstimulasi kembali kemampuan mereka menjadi lebih sensitif agar bisa menjadi guru siaga bencana," ujar Ahmad Baedowi.

Ia menambahkan Yayasan Sukma sendiri telah memiliki pengalaman panjang membantu sektor pendidikan di wilayah dilanda bencana, seperti Aceh, Lombok, dan Palu.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR