BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Keberhasilan pasangan nomor tiga Arinal Djunaidi - Chusnunia dalam Pemilihan Kepala Daerah di Lampung 2019-2024 tak lepas dari  peran media center dalam pemberitaan selama pra kampanye, kampanye, masa tenang, pencoblosan hingga pasca pencoblosan. 

Media center pasangan Arinal - Nunik memiliki peranan yang sangat penting.



Bekerja dari Januari hingga Agustus, tim media center berhasil memberikan sajian informasi kepada khalayak terutama masyarakat Lampung terkait sosok Arinal - Nunik. Ajianto Dwi Nugroho mantan aktivis 1998 ini menjadi sosok sentral dalam mengomandoi Tim Media Center dengan beberapa punggawa inti yang berasal dari ibukota Jakarta.

Berbekal pengalamannya dalam pemenangan sejumlah pemilihan kepala daerah mulai dari Bangka, Kalimantan, Sulawesi, Papua, DKI Jakarta hingga Jawa Tengah, Ajianto tak kesulitan untuk menerapkan strategi pemenangan dalam media. "Kita buatkan pemberitaan terkait citra dan sebaran dalam media sosial baik facebook serta instagram," ungkap dia Minggu (19/8/2018).
Menurutnya, dalam strategi media tidak hanya pemberitaan saja yang banyak berperan namun juga dalam memvisualisasikan desain yang eye catching bisa sampai kepada masyarakat. "Provinsi Lampung yang penduduknya sekitar 7 juta juga melihat potensi pemilih. Dari yang berusia muda hingga tua berbeda. Begitu juga dari jenis kelamin. Oleh karena itu tim desain disini juga sangat baik dalam menerapkan ide-ide segar hasil kreativitasnya," bebernya.

Alumnus Fisipol UGM ini juga menjelaskan peran pengolahan isu baik yang tematik maupun insidental juga menjadi hal yang utama dalam pemenangan. "Kita sampaikan kepada kandidat untuk menyampaikan gagasannya dalam topik tertentu mulai dari kesehatan, lingkungan, pendidikan dan perempuan. Dalam hal ini juga media center melakukan counter terhadap isu black campaign maupun kampanye negatif lawan," jelasnya.
Ia mengaku setiap orang dalam media center bertugas dengan kemampuannya masing-masing. "Ada di media sosial untuk menyebarkan berita kegiatan kandidat, pembuat rilis yang akan diberikan ke media, tim meme, tim desain grafis, dan tim khusus melakukan monitoring kegiatan lawan. Kita juga mengajak SDM lokal karena untuk mengetahui peta politik dan medan peperangan di Lampung dengan kombinasi pemuda-pemudinya," jelasnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR