BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Pepeng (37), terkatung-katung di Terminal Tipe A Rajabasa karena tak punya uang. Pria dari Tegal, Jawa Tengah ini hendak pulang kampung ke Pontianak, namun nyasar sampai ke Bandar Lampung.
Pepeng datang ke terminal diantar seseorang menggunakan sepeda motor. Dia langsung ke pos polisi Polresta Bandar Lampung sambil menyerahkan selembar kertas yang merupakan surat dari kepolisian Sektor Sumurpanggang.
Dalam surat terlantar No.Pol:ST/190/VI/2018/SPG diterangkan bahwa Pepeng datang ke Polsek Sumurpanggang, Sabtu (16/6/2018) sekitar pukul 09.00. Dia kehabisan bekal dan uang untuk melanjutkan perjalanan ke Pontianak.
Atas bantuan polisi setempat dia bisa naik bus melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Namun bukannya naik kapal di Tanjung Priok, Pepeng justru naik di Merak dan ke Bakauheni, dan kini terlantar di terminal Rajabasa.
Di Pos Polresta Bandar Lampung, Pepeng menunjukan surat dari Polsek Sumurpanggang, dan menjelaskan duduk persoalan yang dialaminya namun dia diminta polisi menunggu sampai besok pagi agar dibuatkan surat ke dinas sosial.
Pepeng pun menunggu di pos tersebut. Karena kelaparan, Pepeng dibantu diberi makan oleh seorang pria yang bekerja di RS Advent yang berada di terminal.
Pepeng menceritakan dia bekerja bangunan di Tegal, namun tidak pernah digaji. "Lima tahun tapi tidak di gaji," kata Pepeng. Agak sulit berkomunikais dengannya karena dalam berbicara Pepeng ada kekurangan.
Pepeng mengaku meninggalkan seorang istri dan empat orang anak di Pontianak. Dia nekad merantau karena tak punya kerjaan di Pontianak. "Saya dimarahi orang tua saya karena makan tidur saja, saya kabur, kerja di Tegal. Sudah lima tahun, enggak tahan lagi saya mau pulang, tapi cuma punya Rp100 ribu," kata dia.
Atas petunjuk sejumlah orang dia datang ke kantor polisi setempat dan dibantu untuk naik bus. "Iya enggak bayar," kata dia.
Namun dia nyasar sampai ke Bandar Lampung kini bingung ingin ke Pontianak tidak punya ongkos. Harapan dibantu pihak kepolisian belum membuahkan hasil.
Pihak kepolisian di pos pam terminal Rajabasa menyuruhnya menunggu hingga besok pagi. "Nanti dikasih surat untuk ke dinas sosial tapi besok pagi, karena malam ini tutup," kata dia.
Kepala Satuan Pelaksanaan (Kasatpel) terminal Induk Rajabasa, Denny Wijdan, menjelaskan untuk persoalan tersebut dikoordinasikan dengan pihak kepolisian. "Ke pos polisi dulu. Nanti setelah mendapat surat dari epolisian baru bisa dinaikan ke mobil. Kalau nunggu Dinsos mana ada yang buka," kata dia.
Terpisah Kaporesta Bandar Lampung Kombes Murbani Budi Pitono mengatakan akan segera mengatasi persoalan itu dan membantu agar bisa melanjutkan perjalanan. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR