MENGGALA -- Oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Tulangbawang ditangkap polisi, lantaran menjadi pelaku penganiayaan terhadap Pengawas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Terminal Menggala.

 



Pelaku yakni BS (35) warga Kelurahan Menggala Selatan, Kecamatan Menggala, Tulangbawang. Pelaku ditangkap Jajaran Polsek Menggala di tempat pelariannya di wilayah Provinsi Sumatera Selatan.

 

Kapolsek Menggala Iptu Zulkifli menjelaskan, peristiwa penganiayaan yang dilakukan pelaku terhadap Pengawas SPBU terjadi, Selasa, 30 Agustus 2019 lalu.

 

"Kejadian bermula, ketika pelaku datang ke SPBU Terminal Menggala, meminta minyak secara paksa untuk sepeda motor yang dikendarainya kepada salah satu operator SPBU," kata Zulkifli, Minggu, 1 September 2019.

 

Setelah diberi minyak senilai Rp10 ribu, kata Zulkifli, pelaku justru semakin emosi dengan memarahi operator tersebut. Ia pun lantas melaporkan kejadian yang menimpanya kepada sang Pengawas SPBU yakni Eri Yanto.

 

Korban dan pelaku kemudian bertemu di Jalan Lintas Timur tepatnya di depan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 03 Menggala, sekitar pukul 15.00 WIB.

 

Secara tiba-tiba, saat keduanya bertemu pelaku langsung menyerang korban dengan menggunakan senjata tajam jenis cap garpu. Akibatnya, korban mengalami luka dibagian tangan kiri.

 

Korban yang terluka, kemudian langsung pergi ke Klinik Menggala untuk melalukan pengobatan. Seusai berobat korban pun kembali ke SPBU untuk bekerja. Namun, tidak selang beberapa lama pelaku kembali menghampiri korban di tempatnya bekerja dan memanggilnya.

 

"Korban mengikuti pelaku dan mereka kembali bertemu di depan Islamic Centre Menggala. Disana, pelaku langsung menyerang korban dengan menggunakan sajam jenis tombak yang mengakibatkan korban mengalami luka robek di telapak tangannya," ujar dia.

 

Seusai melukai korban untuk kedua kalinya, imbuh Zulkifli, pelaku langsung melarikan diri. Petugasnya saat mendapatkan laporan penganiayaan tersebut, langsung berusaha menangkap pelaku di kediamannya. Namun, pelaku sudah tidak berada di rumah dan melarikan diri.

 

"Pelaku akhirnya ditangkap, Sabtu, 31 Agustus 2019, sekira pukul 20.00 WIB di daerah Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan," katanya. 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR