SEORANG matador bukanlah orang biasa. Tentu dia sudah berlatih berpuluh tahun untuk bisa mengimbangi gerak marah sang banteng yang menjadi penantangnya. Helau do ana, awas de balak badanni. Kuk kebau goh mak kehalang (Baguslah itu, tetapi awas badannya besar. Kerbau saja tidak bisa kita menghalangnya).
Nah, di Spanyol, seorang matador mengalami sial pada pertunjukan di sebuah arena. Seperti dikutip Sky News dari laporan EFE, petarung asal Basque itu tersungkur ke tanah akibat tersandung jubahnya.
Banteng itu menghantam bagian rusuk Fandino dalam kecepatan tinggi. Sumber medis independen mengatakan Fandino sempat menderita dua serangan jantung di dalam ambulans. Senangun kheno biasani... pawang ulai aga mati jam aulai. Wat-wat gawoh (Memang begitu biasanya, pawang ular sialnya sama ular. Ada-ada saja).

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR