SETIAP konsumen sudah tentu menginginkan makanan segar yang akan dimasaknya. Bukan justru sebaliknya. Itu sebabnya, para emak-emak rela pergi ke pasar pada pagi hari demi berburu makanan segar untuk disajikan ke keluarga.

Iyew kidah, enow sai bangek, mengan iwak seger jamow tempoyak sai dicampur delan. Nyeruit cawow kham, mati bangek (Iyalah, itu yang bagus, makan ikan segar sama tempoyak yang dicampur terasi. Seruit kalau kata orang Lampung, alangkah sedapnya).



Tidak ayal, ada saja pedagang nekat mencari 1.000 cara agar dagangannya laku di pasaran. Seperti yang terjadi di Kuwait. Dilansir dari laman kapanlagi.com, seorang penjual ikan di Kuwait akhirnya ditangkap oleh pihak berwajib.

Ia ditangkap setelah mereka menemukan kalau ikan-ikan yang dijual ditempeli mata palsu yang terbuat dari plastik.

Ana cadang otok yow enow, lamen ketelen jamow jemow kapan ya dapok heccur, dapok khatusan tahun di lom badan, plastik enow kidah, kattu disumpahko ulun sai bakheh, celako sekam weh. Wat-wat gawoh (Perbuatan salahlah itu, kalau tertelan manusia kapan bisa hancurnya, bisa ratusan tahun di dalam badan, plastik lo itu, bisa disumpahi orang banyak, celaka kamu nanti. Ada-ada saja).

Keputusan untuk menangkap penjual ikan yang namanya tidak disebut itu muncul setelah foto ikan dagangan dengan mata palsu itu beredar di sosial media dan sempat menjadi viral.

Hal itu bermula dari sebuah video yang diunggah salah seorang user Facebook yang bernama Ayman Mat. Pada videonya, Ayman mencoba membersihkan ikan yang dibeli dan membuang mata palsu yang menempel. Dalam sekejap, video Ayman langsung dibagikan sampai ribuan kali, penuh dengan komentar pedas dan segera menjadi viral.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR