BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Sebagai negara di tempat rawan bencana alam, ring of fire, Indonesia harus siap merespons dan tanggung jawab menghadapi segala bencana alam. Provinsi Lampung juga memiliki zona-zona rawan mengenai potensi terjadinya bencana alam, seperti banjir, longsor, tsunami, gunung api, gempa bumi, kebakaran, dan sebagainya.

Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota Institute Teknologi Sumatera, Zulqadri Ansar, memaparkan mitigasi bencana bukan hanya masuk ke kurikulum pada sistem pendidikan, melainkan masyarakat dan semua pihak perlu diberikan edukasi mitigasi bencana agar jauh lebih siap menghadapi bencana alam, baik sebelum kejadian, saat kejadian, dan setelah kejadian.



Ia juga mengatakan di kampusnya ada mata kuliah tentang Aspek Kebencanaan (Asben) yang merupakan mata kuliah wajib diambil oleh mahasiswa. "Kita ini rentan bencana dan banyak, maka dari itu edukasi penting," kata dia kepada Lampung Post, Jumat (11/1/2019).

Ia mengatakan harus ada perlakuan khusus kepada masyarakat terhadap tanggap bencana. Baginya, bencana merupakan keniscayaan dan tidak tahu kapan datangnya. "Maka dari itu yang bisa dilakukan adalah mengurangi dampak risiko bencananya, bukan menghilangkan bencanannya. Masyarakat harus sadar bahwa saat ini risiko dan kerawanan bencana sangat tinggi," kata Zulqadri.

loading...

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR