BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Sejumlah masyarakat di Kota Bandar Lampung mengeluhkan adanya beberapa parkir liar yang tarifnya lebih tinggi dari tarif normal. Salah satu titik di sekitar Tugu Adipura pada agenda car free day Minggu (12/11/2017), kendaraan roda dua dikenakan biaya Rp2 ribu, dan roda empat Rp5 ribu.
Nurhendra Setyawan, warga Bataranila mengeluhkan adanya tarif tersebut. Ia mempertanyakan legalitas penarikan retribusi tersebut, apakah masuk ke kas daerah atau ke kantung pribadi oknum tertentu."Ini kan agenda car free day, masa kita parkir motor bayar, padahal kan disana ada petugas Dishub, ada Polantas, iya kalau barang benar-benar dijaga, kalau hilang pasti mana mau ganti," kata mahasiswa Unila itu, di Tugi Adipura.

Tarif parkir di acara car free day di Tugu Adipura. (Foto:Lampost/Asrul)




Selain itu keluhan parkir liar juga dirasakan oleh para warga yang hendak berolahraga di dalam Stadion Pahoman. Denny Indrawan, warga Kelurahan Gulak-Galik, Kecamatan Telukbetung Utara itu mengeluhkan prosedur parkir di stadion sepak bola Kota Tapis Berseri. Meski tak terlalu menggubris legalitas retribusi, namun ia mengeluhkan dilarangnya pengendara mengunci stang sepeda motor dengan alasan sulit disusun. Selain itu, ia juga mengeluhkan kurang sopan dan, marah-marahnya penjaga pakir kepada konsumen, jika motor dikunci.
"Saya sih ngerti aja bayar, walau emang ada izinnya apa enggak, tapi masa enggak boleh kunci stang, kalau motor kita hilang gimana. Dia juga masa marah sama pengendara lain kalau dikunci, terus enggak ada ramahnya," kata Deny.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR