BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sejumlah orang tua calon peserta didik tempat tinggalnya berbatasan atau berdomisili di luar zona Bandar Lampung hendak mendaftarkan buah hatinya di SMPN Bandar Lampung, inginkan daya tampung siswa di atas 5%.

Salah satu orang tua calon pendaftar SMPN di Bandar Lampung yang tinggal di Natar Lampung Selatan, Selamat kepada Lampost.co, Rabu (6/6/2018) mengatakan daya tampung PPDB asal luar kota jika hanya dibatasi 5%, dikhawatirkan peluang diterima di sekolah tidak dapat diraih.



Ia mengatakan, sebaiknya daya tampung untuk peserta dari luar kota hendak mendaftar di SMPN Bandar Lampung di atas 5%, sehingga dapat mengakomodir calon peserta didik dapat menimba ilmu di Bandar Lampung.

“Kalau cuma 5% saja kuota PPDB SMPN di Bandar Lampung luar kota terlalu kecil, karena peminat hendak menyekolahkan anak-anaknya di Bandar Lampung itu berasal dari 14 kabupaten/kota,” ujar dia.

Senada dikatakan Sahbudin, warga Pesawaran yang hendak mendaftarkan putranya di salah satu SMPN di Bandar Lampung mengatakan, bahwa daya tampung 5% bagi peserta dari luar kota sebaiknya ditingkatkan.

Menurut dia, sebagai warga perbatasan dengan Bandar Lampung, hendaknya pemerintah kota Bandar Lampung dapat mempertimbangkan serta mengakomidir masyarakat sekitar sekolah untuk bisa diterima di SMPN Bandar Lampung.

“Kebijakan 5% bagi pendaftar luar kota itu yang menentukan dinas terkait, sebaiknya untuk warga perbatasan tempat tinggalnya dekat dengan sekolah disamakan dengan warga Bandar Lampung kuotanya, karena yang membedakan adalah wilayahnya saja,” kata dia.

Kemudian, ketua musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMP Bandar Lampung, M Badrun mengatakan kuota 5% bagi pendaftar dari luar kota telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2018 tentang PPDB.

“Kami membuat petunjuk pelaksanaan dan teknis PPDB SMPN ini mengacu kepada Permendikbud. Seandainya masyarakat meminta dinaikkan persentase di atas 5% bagi pendaftar dari luar kota, sepertinya belum bisa dilaksanakan,” kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR