JAKARTA (Lampost.co) -- Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana Pramesti meminta masyarakat untuk mempelajari dan benar-benar memahami aturan baru terkait tarif pesawat.

Hal itu perlu dilakukan supaya tidak terjadi kesalahpahaman yang akhirnya memicu protes dari pihak pengguna jasa angkutan udara. "Masyarakat harus memahami bahwa tarif batas itu bukan harga tiket,” ujar Polana melalui keterangan resmi, Minggu (19/5/2019).



Tarif hanyalah salah satu komponen yang masih harus ditambah komponen-komponen lain seperti asuransi wajib Jasa Rahardja, Pajak Pertambahan Nilai dan tarif kebandarudaraan sehingga akhirnya menjadi harga tiket final.

"Masyarakat perlu memahami harga tiket pesawat bersifat fluktuatif karena sangat dipengaruhi kurs mata uang. Misalnya, biaya operasional penerbangan, jasa kebandarudaraan, jasa pelayanan navigasi penerbangan, pajak, asuransi, dan lain-lain," jelasnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR