Jakarta (Lampost.co) -- Asosiasi Driver Online (DOA) mengimbau agar masyarakat mengikuti prosedur penggunaan aplikasi untuk memesan ojek online. Hal ini dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

"Gunakan aplikasi online yang tersedia, sebisa mungkin jangan berlangganan," kata Ketua DOA Christiansen F. W. kepada Metrotvnews.com, Jumat 8 September 2017.



Menurut dia, skema order kendaraan online sudah jelas dan terpantau langsung oleh perusahaan. Prosedur ini bisa menjamin keamanan penumpang, berbeda dengan berlangganan ojek di luar aplikasi. Meskipun, pengemudi langganan berasal dari perusahaan penyedia layanan ojek online

Dia melihat berlangganan ojek online sangat riskan. Petaka bisa terjadi seperti pemerkosaan yang dilakukan sopir Grab Bike, Chairulloh, terhadap DS, penumpangnya. Chairulloh mengantar DS tanpa menggunakan aplikasi ojek online.

Christiansen sepakat dengan kebijakan Grab Bike Indonesia untuk mendepak Chairulloh dari keanggotaan pengemudi. Pasalnya, aksi bejatnya masuk kategori fatal. "Kalau kesalahan biasa saja sikap perusahaan tegas, apalagi ini," ucap dia.

Untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan, masyarakat juga diimbau agar teliti. Saat bertemu dengan pengemudi, harus dilihat betul apakah wajahnya sesuai dengan profil di aplikasi. "Kalau sama, kalau terjadi suatu hal, mudah melacaknya," imbuh dia.

DOA pun, kata dia, telah membimbing para driver sesuai dengan agama masing-masing untuk mencegah hal tak diinginkan. Christiansen berharap kejadian serupa yang menimpa DS tak terulang dan memberi preseden buruk bagi kendaraan sewa berbasis aplikasi.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR