KALIANDA (Lampost.co)--Masuki musim tanam rendeng, petani di beberapa kecamatan di Lampung Selatan mengeluhkan sulitnya bibit jagung di pasaran.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun lampost.co, beberapa petani di Kecamatan Sidomulyo sudah melakukan persiapan tanam jagung. Mereka mengaku kesulitan mencari bibit jagung di beberapa toko pertanian di kecamatan setempat.
 "Sudah persiapan mau tanam, tapi bibit jagung tidak ada yang jual," kata Supono (49) di salah satu kios pertanian di Kecamatan Sidomulyo, Jumat (13/10/2017).



Dijelaskannya, para petani melakukan pengolahan lahan, dalam rangka persiapan tanam jagung, seiring dengan masuknya musim penghujan.
"Sudah mulai masuk musim penghujan, jadi persiapan dilakukan sedini mungkin," ujarnya.

Hal senada diungkap petani di Kecamatan Candipuro, jika terjadi kelangkaan bibit jagung. Sehingga para petani harus menunda tanam jagung.
"Bibit jagung kosong, saya sudah cari ke kecamatan lain sama saja," kata Ranto (55).

Bibit jagung untuk lahan seluas satu hektare dibutuhkan sebanyak 15 kg atau seharga sekitar Rp1,2 juta.
 "Padahal saya hanya butuh tiga kantong saja tapi belum dapat juga," ujarnya.

Sementara itu, salah satu pemilik kios pertanian mengaku tingginya permintaan petani membuat stok barang habis.
"Sudah seminggu ini kosong, belum dikirim agen," ujar Ujang (39) saat ditemui di kios miliknya.

Berdasarkan pengalaman musim rendeng tahun sebelumnya, kata dia, para petani mulai menggarap tanaman jagung di bulan November.
"Biasanya, agen bibit jagung distribusi besar-besaran di bulan sebelas, karena petani mulai garap lahan," katanya.

Tingginya permintaan, lanjutnya, karena di beberapa daerah sudah di guyur hujan. Sehingga petani tanggap dengan lakukan persiapan tanam jagung.
"Karena sudah sering hujan, petani langsung lakukan persiapan tanam," kata dia.

Selain tingginya permintaan, beberapa agen bibit jagung merk terkenal sudah lama tidak kirim barang. Mereka beralasan, penangkaran untuk bibit jagung gagal panen, sehingga hasil menurun.

"Kami berapa kali minta ke agen alasan begitu, penangkaran bibitnya gagal panen," ujarnya.
Di Kecamatan Katibung, bibit jagung masih tersedia di beberapa kios pertanian. Persediaan bibit jagung sudah semakin menipis, karena tingginya permintaan petani.
"Bibit jagung ada tapi tidak banyak," kata Rais (33) pemilik kios.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR