BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Bidang Propam Polda Lampung masih terus melakukan pemeriksaan terhadap, 9 personel Ditsabhara yang terlibat tindakan diluar SOP, hingga terjadinya kecelakaan yang menyebabkan personel Ditsabhara atas nama M. Tio Fahmi meninggal dunia.

Bahkan 9 personel tersebut kini mendapatkan pembinaan di Mapolda Lampung dan semuanya dicukur botak.



"Kamu liat aja masih gundul-gundul di belakang (red ruang Provost) kami amankan dan diberikan pembinaan," ujar Kabid Propam Polda Lampung Kombespol Hendra Supriatna di Mapolda, Kamis (5/7/2018).

Saat ini, pemeriksaan tersebut masih terus berlanjut, hingga nanti proses sidang indispliner berlangsung.

Hendra juga tak menampik isu yang beredar soal dugaan personel mengkonsumsi miras dan atau memasuki tempat yang terlarang. "Intinya kita periksa mereka keluar tanpa surat perintah, hingga ada kecelakaan," ujar alumnus Akabri 1988 itu.

Saat ini, kata dia, pemeriksaan masih berlanjut dibarengi dengan pembinaan. Setiap langkah pemeriksaan dibarengi juga dengan gelar perkara, untuk menentukan kasus tersebut.

"Lagi proses berkas, nanti buat analisa, paparkan fakta, buat resume nanti koordinasi dengan angkumnya," katanya.

Sementara 9 orang tersebut masih terancam sanksi indispliner, belum merujuk ke pelanggaran kode etik. Ancaman penundaan penaikan pangkat, dan sanksi penempatan khusus pun sudah diucapkan oleh Hendra beberapa waktu yang lalu.

"Kalau nanti ada yang melapor terkait meninggalnya (red M. Tio Fahmi), mungkin bisa naik ke kode etik.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR