GUNUNG SUGIH (Lampost.co) -- Pendataan sawah puso di Lampung Tengah (Lamteng) dinilai masih belum maksimal. Pasalnya banyak petani yang gagal panen tak pernah merasa ikut didata, baik oleh petugas dari dinas pertanian kabupaten maupun UPTD.

Musim panen tahun ini, bagi para petani di Lamteng adalah hal terburuk. Kemudian mereka mendapat kabar baik terkait adanya bantuan bibit untuk sawah yang mengalami puso. Namun ternyata, sejumlah petani di Seputihmataram dan Bandarmataram mengaku tidak pernah merasa didata. Mereka yang tadinya gembira karena ada rencana pemerintah memberikan bantuan bibit, jadi pesimis. Sebab meskipun sawahnya juga puso, tetapi sawah meraka tak pernah ikut didata.



Yanto, salah satu warga Seputihmataram, menunjukkan seperempat hektare sawahnya yang mengalami gagal panen, Jumat (30/3/2018). "Ini bisa dilihat sendiri. Musim ini saya sama sekali tidak panen dari seperempat hektare sawah saya," kata dia.

Yanto mengaku tak tahu pemerintah punya rencana membantu bibit bagi yang sawahnya puso. Dia juga mengaku tak tahu ada pendataan sawah puso. "Tidak ada yang datang atau bertanya kepada saya. Tidak sampai ke sawah saya pendataan itu. Petani yang mengalami tidak panen sama sekali seperti saya ini banyak," kata dia.

Untuk diketahui, Dinas Pertanian Lamteng telah memiliki data adanya 1.300 hektare sawah puso di Lamteng. Data yang ada itu akan diverifikasi ulang dan difinalisasi pada 2 April 2018 mendatang untuk mendapat bantuan bibit dari pemerintah.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR