BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kurang sadarnya wajib pajak untuk menunaikan kewajibannya menjadi salah satu kendala tidak maksimalnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandar Lampung. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Yanwardi usai rapat dengan Plt Wali Kota Bandar Lampung Yusuf Kohar diruang rapat wali kota, Rabu (14/3/2018).

Menurut dia sistem saat ini dalam membayar pajak dimanfaatkan oleh wajib pajak untuk berbuat nakal. "Kendalanya wajib pajak kurang sadar bayar pajak, di harus setor 50 juta tapi hanya setor 20 juta, itu dugaan kita, karena kan sistem sekarang dia menghitung sendiri dan menyetor sendiri pajaknya, itu kendalanya mereka kurang sadar," kata dia.



Jika dibiarkan saja, maka wajib pajak tidak akan membayarkan kewajibannya. Untuk itulah dalam rapat tersebut Yusuf Kohar meminta agar UPT terkait bekerja maksimal. "Kalau tidak ditagih tidak setor bisa berbulan bulan, ini tugas kita dan itu kendalanya kurang sadar," kata dia.

Menurut Yanwardi sejauh ini capaian PAD kisaran 15-20 persen. Paling besar adalah pajak hiburan 26 persen atau kisaran Rp15 miliar. "Kita ini perpanjangan tangan untuk mencari PAD sehingga ditekankan supaya bekerja lebih maksimal," kata dia menceritakan apa yang disampaikan Yusuf Kohar dalam rapat.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR