JAKARTA (Lampost.co)-- Masa penahanan Bupati Kepulauan Sula nonaktif Ahmad Hidayat Mus diperpanjang. Ahmad harus kembali mendekam di bui hingga 40 hari ke depan.
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan, perpanjangan masa penahanan Ahmad Hidayat Mus bakal mulai berlaku hari ini, Jumat (20/7/2018).
"Hari ini penyidik melakukan perpanjangan penahanan selama 40 hari dimulai tanggal 20 Juli 2018 sampai dengan 30 Agustus 2018," kata Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 20 Juli 2018.
Selain Ahmad Hidayat Mus, KPK juga memperpanjang masa penahanan Ketua DPRD Kepulauan Sula, Zainal Mus. Masa penahanan Zainal juga akan berlaku mulai hari ini hingga 30 Agustus.
Ahmad Hidayat Mus dan Zainal Mus sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembebasan lahan Bandara Bobong, Kabupaten Sula tahun anggaran 2009 pada Maret lalu.
Keduanya diduga kuat terlibat pengadaan tanah fiktif untuk Bandara Bobong, Kabupaten Sual. Kasus ini merupakan hasil supervisi dengan Polda Maluku Utara. Penyelidikan kasus dimulai sejak beberapa bulan lalu.
Atas perbuatannya keduanya diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR