LAMPUNG POST | lampost.co logo
LAMPUNG POST | Margotirto, Dam Peninggalan Belanda
Puluhan pengunjung menikmati kesejukan dan keindahan dam peninggalan penjajahan Belanda yang diberi nama Dam Margo Tirto di Jalan Irigasi, RT VII, Dusun IIA, Gistingbawah, Tanggamus. LAMPUNG POST/M UMARUDINSYAH MOKOAGOW

Margotirto, Dam Peninggalan Belanda

Lampost.co -- Bendungan atau dam irigasi sebutan tak asing bagi para petani di Lampung, karena sebagian besar pertanian mereka bergantung pada pengairan. Salah satu bendungan yang cukup dikenal dan kini menjadi destinasi wisata di Tanggamus yaitu wisata Margotirto. Bedungan peninggalan Belanda ini terletak di Jalan Irigasi, RT VII, Dusun II-A, Gistingbawah, Kecamatan Gisting, Tanggamus.
Berdasarkan sejarah yang dituturkan para petani setempat, awalnya tempat itu merupakan benteng pertahanan pemerintah kolonial Belanda yang dibangun pada tahun 1930-an. Namun, sejak 2014, lokasi ini berubah menjadi salah satu objek wisata di Lampung, khususnya untuk masyarakat Tanggamus. Banyak pelancong, baik dari dalam dan luar kota Bandar Lampung, sengaja datang ke desa wisata tersebut. Martotirto dalam bahasa Jawa memiliki makna margo berarti kampung dan tirto artinya air, sehingga bisa diartikan sebagai kampung dengan air yang melimpah.
Perubahannya dam Margotirto menjadi lokasi wisata ternyata tidak terlepas dari peran kelompok tani di dana. Lokasi yang awalnya untuk konservasi mata air atau upaya penyelamatan sumber air bersih menjadi lokasi yang asik untuk dikunjungi atau berwisata. Bendungan ini konon pernah menadi tempat pembuangan sampah sehingga menjadi dangkal.
Namun, pada April 2014, atas prakarsa masyarakat dan swadaya masyarakat dilakukan perbaikan pada lantai bendungan. Perbaikan terus berlanjut dan pada sekitar Agustus 2014, Pemkab Tanggamus memberikan bantuan talut sepanjang 200-an meter pada lokasi sekitar kolam, juga pengerukan untuk mengantisipasi pendangkalan.
Dengan upaya penyelamatan konservasi sumber air tersebut, justru malah memberi dampak positif, menjadi tempat wisata dengan alam pedesaan yang alami. Untuk menuju lokasi dam ini, perjalanan memakan waktu sekitar dua jam dari Bandar Lampung, melalui jalan lintas barat Pesawaran dan Pringsewu lalu ke Gisting, Tanggamus.
Lokasi yang saat itu memang dikelilingi pohon bambu dan semak belukar terdapat sumber air. Dam Margotirto memiliki panjang 80 meter dan lebar 30 meter dapat mengaliiri sawah di Gisting Bawah hingga Kecamatan Talangpadang. Dam Margotirto memiliki tiga bagaian.
Bagian pertama merupakan benteng atau tembok penahan air. Bagian kedua atau tengahnya merupakan bagian penampuangan air, dengan kedalaman sekitar 1,2 meter. Bagian ketiga merupakan pintu air, penahan yang digunakan untuk membagi air ke irigasi.
Fasilitas dengan bujet sangat terjangkau yang bisa dinikmati, di antaranya kolam mata air hanya Rp3.000/orang. Lokasi tempat berswafoto dengan nuansa perdesaan.

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv