BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Selain Mobil Dinas Bupati Lampung Timur yang bermasalah dan tengah diselidik oleh Kejati Lampung, Bupati Chusnunia Chalim (Nunik) kembali digugat Kepala Dinasnya sendiri, lantaran menurunkan jabatan secara sepihak, Rabu (24/4/2019) di Pengadilan Tata Usaha Negara.

Kepala Dinas Pendidikan, Yuliansyah, diwakili Kuasa hukumnya Yeli Basuki dan Ginda Anshori mengatakan, gugatan dilakukan terkait surat keputusan bupati yang menurunkan jabatannya secara sepihak tanpa diketahui apa kesalahannya. "Agenda sidang dismisal (persiapan) materi perkara di PTUN," kata Yeli.



Yeli Basuki menjelaskan, kleinnya  yakni Yuliasyah sebelumnya merupakan kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Timur, pada bulan Maret menerima petikan surat nomor 821.22/414/25-SK/2019 tanggal 18/2/2019 keputusan diturunkan jabatannya dari kepala dinas menjadi  seketaris Inspektorat Lamtim. Perbuatan ini, kata Yeli, pelanggaran berat bagi seorang ASN.
"Yuliansayah tidak pernah dipanggil tidak pernah dimintai klarifikasi, tidak pernah mendapatkan teguran dalam bentuk apapun tapi tahu-tahu terima surat itu, Oleh karena itu kami mengajukan keberatan," katanya.

Yeli mengatakan pihaknya mengajukan keberatan administrasi kepada Gubernur Lampung namun sampai waktu yang sudah ditetapkan sesuai dengan undang-undang ternyata tidak mendapat tanggapan, maka pihaknya mengajukan gugatan ke pengadilan tata usaha negara Bandar Lampung.

"Oleh karna kami menuntut Agar Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim (Nunik) agar membatalkan surat keputusan tersebut dan memgembalikan jabatan Semula sebagai Kadis Pendidikan Lampung Timur," kata dia.
Ginda Ansori Wayka menambahkan, semsetinya Bupati Lampung Timur menjalankan jabatannya secara profesional, tidak semsetinya mengeluarkan keputusan tanpa ada penjelasan secara rinci kepada yang bersangkutan.

.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR