BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri, Lampung Selatan, menuntut Agus Widodo (35), mantan Kepala Desa Sidomekar, Katibung, Lampung Selatan melakukan tindak pidana korupsi beras miskin (Raskin) dengan pidana 6 tahun penjara serta denda Rp50 juta subsider 3 bulan.

Selain pidana penjara dan pidana denda terdakwa juga diwajibkan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp473 juta.



"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Agus Widodo dengan pidana penjara selama enam tahun, serta denda sebesar Rp50 Juta subsider 6 bulan, terdakwa juga diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp473 Juta," kata Jaksa, Senin (3/9/2018).

JPU Feriando Rusman dalam dakwaannya menjelaskan, awalnya Bulog membagikan beras ke warga Sidomekar, Katibung, Lampung Selatan pada 2013 hingga 2015 ke 348 Kartu Keluarga (KK) Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM).

"Rinciannya ditahun 2013 sebanyak 78,3 ton, 2014 sebanyak 67.8 ton, dan 2015 sebanyak 73 ton beras dengan harga tebus Raskin (HTR) Rp1.600 perkilogram. Terdakwa sebagai penanggung jawab Raskin desa Sidomekar selama tiga tahun itu meminta harga tebus sebesar Rp2.500 perkilogram,” ujar Jaksa Feriando.

Tidak hanya itu, dari pendistribusian beras, dia tak melakukannya. Seperti pada 2013 dari 78,3 ton itu harusnya didistribusikan sebanyak 15 kali. Tetapi terdakwa hanya mendistribusikan 8 kali ke Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat. Selama tiga tahun itu, total 13 kali selama tiga tahun itu ia tidak mendistribusikan raskin yang seharusnya dinikmati rumah tangga tidak mampu.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR