BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Perkembangan zaman terus bergerak, teknologi informasi pun semakin maju dan menjadi kebutuhan setiap orang. Pada era Revolusi Industri 4.0 ini pun semua pihak harus mampu berkarya, berinovasi, berkompetisi, dan berkolaborasi ke arah pembangunan yang positif serta optimisme.

Hal tersebut itulah yang ditangkap mahasiswi Hubungan Internasional Fakuktas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung angkatan 2015, Susi Fuji Astuti. Ia menceritakan teknologi informasi, khususnya media sosial, berdampak luas bagi pola pikir masyarakat Indonesia umumnya dan Lampung pada khususnya. Perkembangan tersebut harus disambut dengan positif.



"Gara-gara informasi teknologi, saya bisa berprestasi sampai Kanada. Waktu itu ada kompetisi logo soal gender yang dilakukan oleh UNICEF dan UNFPA bekerja sama dengan Pemerintah Kanada," kata dia kepada lampost.co, Rabu (9/1/2019).

Kemudian, juara I kompetisi logo program UNICEF dan UNFPA 2018 ini juga menceritakan bisa mengikuti perlombaan tersebut karena mendapatkan informasi dari sosial media yakni Facebook (FB). Karena memang menyukai desain grafis, ia mengambil kesempatan dan peluang tersebut, akhirnya bisa menjadi pemenang.

"Media itu memudahkan kita dan berdampak besar kepada keadaan masyarakat sekarang. Pemberitaan dan informasi bisa lebih efektif dan networking yang luas," kata perempuan yang tinggal di Jalan Raden Pemuka, Gang H Soleha, Way Halim, Bandar Lampung itu.

Ia juga mengatakan teknologi harus terus dimanfaatkan secara positif dan informasi yang diberikan kepada masyarakat harus bermanfaat dan menginspirasi orang banyak. Bahkan, sudah banyak anak-anak muda yang banyak meraih kesuksesan melalui media sosial, seperti bisnis online, fesyen, Youtubeers, content creator, dan sebagainya.

"Generasi milenial anak-anak muda yang ada harus terus kreatif. Misalnya yang passion-nya atau keahliannya membuat video atau foto yang kreatif dan unik bisa diasah terus melalui media sosial. Jangan hanya jadi penonton, tapi menjadi kreator. Manfaatkan teknologi secara kreatif," kata perempuan yang mulai berbisnis kancing dijadikan aksesori kreatif itu.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR