LONDON (Lampost.co)--Final piala FA kali ini menorekan sejarah. Manchester City berhasil menjuarai Piala FA 2018/2019 setelah menghabisi  Watford 6-0 dalam partai final di Stadion Wembley, London, Inggris, Minggu (19/5/2019) dini hari WIB.

Perolehan tiga gol Raheem Sterling diselingi gol-gol dari David Silva, Kevin De Bruyne dan Gabriel Jesus, demikian catatan laman resmi FA.



Berkat keberhasilan menjuarai Piala FA, Pep Guardiola jadi pelatih pertama yang meraih trigelar kompetisi domestik Inggris setelah City sebelumnya juga mengangkat trofi Piala Liga Inggris (Carabao Cup) dan Liga Premier (Liga Inggris).

Laga berlangsung timpang sejak tendangan mula dilakukan di Wembley dan alih-alih menjadi sebuah partai final dari kompetisi sepak bola profesional tertua di dunia, pertandingan berubah menjadi "Pertunjukan Manchester City" yang dibintangi Raheem Sterling dan arahan sutradara Pep Guardiola.

David Silva, membuka keunggulan City pada menit ke-26 lewat tembakan kaki kirinya setelah disodori bola oleh Sterling dengan sebuah sundulan. Itu merupakan gol perdana David Silva sejak Desember 2018 silam.

Pada menit ke-38, Sterling "mencuri" gol Jesus untuk menggandakan keunggulan City. Sebuah umpan silang dari Bernardo Silva disambut dengan baik oleh Jesus menggunakan sundulan yang sudah menaklukkan kiper Heurelho Gomes dan bola sudah mengarah ke gawang, namun Sterling memutuskan melakukan sentuhan pamungkas demi memastikan gol tercipta, tentu saja atas nama dirinya.

De Bruyne baru masuk ke lapangan menggantikan Riyad Mahrez pada menit ke-55 namun enam menit kemudian ia mencetak gol dalam situasi dua lawan satu menyelesaikan umpan mudah Jesus ke gawang yang sudah ditinggalkan Gomes.

Jesus akhirnya mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-68 setelah dua tindakan mulianya, kali ini giliran De Bruyne yang membalas jasa legiun Brazil itu dalam situasi dua lawan satu menghadapi Gomes.

Sterling mencetak gol keduanya di laga tersebut pada menit ke-81 dengan sambaran keras di area tiang jauh menyambut umpan tarik Bernardo Silva.

Tiga menit jelang waktu normal berakhir, Sterling melengkapi kemenangan City menjadi 6-0 ketika De Bruyen meneruskan bola kiriman Bernardo Silva demi membuat sang penyerang masa depan Inggris itu menorehkan trigol di final kali ini.

Final kali ini juga berakhir menjadi skor paling telak sepanjang sejarah 138 tahun kompetisi itu.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR