BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--General Manager Puncak Mas dan Bukit Mas, Rafsan, mengaku belum mengantongi surat izin penggunaan air (SIPA) untuk sumur bor di cottage & resto Bukit Mas. Sedangkan di Puncak Mas, pihaknya tidak memiliki sumur bor melainkan menumpang pada seorang warga.
Rafsan mengatakan meski ada satu sumur bor, namun belum mengantongi SIPA karena di Bukit Mas sebenarnya diperuntukan untuk pribadi yang dikomersilkan. Selain cottage, di Bukit Mas juga terdapat resto dan kolam renang. "Kalau Bukit Mas itu rumah tinggal pak Thomas Rizka yang memang kita komersilkan. Kita sudah konsultasi soal ini dengan Dispenda bagaimana langkahnya," kata Rafsan, Rabu (11/4/2018) malam.
Sedangkan di Puncak Mas, meski penginapannya selalu ramai karena banyak yang menginap, tapi pihaknya tidak ada sumur bor. Selama ini menumpang pada sumur bor seorang warga.
"Kita menumpang sumur bor yang ada didepan pintu masuk Puncak Mas, sumur punya pak Sahdan, sumur itu ada sebelum Puncak Mas ada, sumur itu didistribusikan ke warga disitu juga," kata dia.
Terkait pajak, dia mengatakan sejauh ini sedang tahap itung-itungan dan pembuatan NPWP. "Tadi ke dispenda, kita diberi form pengisian retribusi pajak, kita lagi buat pendapatan per bulan, sesuai item, ada cottage, hiburan, parkir," jelas Rafsan.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR