ENTAH sudah berapa aksi pencurian helm yang saya baca di berita media daring, koran, maupun saya lihat di video rekaman CCTV dua pekan terakhir. Maling helm merajalela kini.
Pencurian helm tidak hanya terjadi di pusat perbelanjaan, pusat keramaian lainnya, tetapi juga di lingkungan rumah. Mirisnya lagi, akhir-akhir ini sering beredar video rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi pencurian helm yang dilakukan pelajar. Anak muda yang seharusnya mengejar cita-cita justru berpacu dalam kriminalitas.
Dalam beroperasi pencuri helm biasanya dilakukan berdua bahkan bertiga. Satu mengambil helm, sedangkan satu lagi menunggu di motor dengan tujuan lebih cepat untuk kabur. Pencurian dilakukan dengan mengambil atau menarik paksa helm. Selain itu menggunting atau memotong tali helm menggunakan gunting atau silet.
Pencurian helm yang banyak terjadi saat ini sepertinya kurang mendapat perhatian dari masyarakat dan kepolisian. Oleh beberapa pihak, pencurian helm dianggap remeh dan dipandang sebelah mata. Masyarakat terkadang malas melaporkan kasus ini karena menilai proses hukum berbelit.
Padahal serupa dengan kasus pencurian lainnya, hal itu merupakan tindak kriminalitas yang jelas merugikan masyarakat. UU mengenai pencurian diatur dalam Pasal 363 KUHP, yaitu pencurian dengan pemberatan/perusakan dan Pasal 362 KUHP mengenai pencurian biasa.
Tidak hanya pelaku pencurian, penadah hasil curian pun ada KUHP-nya. Pasal 481 KUHP untuk penadah sebagai profesi dan Pasal 480 KUHP untuk penadah biasa.
Definisi penadah dalam KUHP adalah menerima barang yang merupakan dari tindak pidana. Semua pelaku bisa dilakukan penahanan minimal 5 tahun.
Huft... sanksi tegas jelas-jelas akan diberikan bagi maling helm. Namun, lagi-lagi aksi kriminalitas bersumber dari nurani si pelaku. Selain itu tentunya kesempatan.
Seperti pesan Bang Napi, tokoh sentral dalam acara berita seputar kriminalitas di stasiun televisi swasta, kita harus waspada. "Kejahatan tidak selalu terjadi hanya karena ada niat dari pelakunya, tetapi juga karena ada kesempatan! Waspadalah, waspadalah!" ucap Bang Napi.
Saat ini, langkah terbaik tentu harus selalu waspada dan tidak memberi orang lain kesempatan untuk berbuat jahat. Sedikit berbagi kiat, untuk mencegah pencurian ialah tidak meletakkan helm di sembarang tempat.
Usahakan helm ditaruh di bagasi motor atau kaitkan helm dengan pengait di bawah jok motor. Meskipun cara ini juga masih bisa dengan mudah ditembus oleh pencuri. Atau jika ingin lebih aman, titipkan helm ke penitipan helm meskipun cara ini tidak ekonomis.
Langkah terakhir ialah berdoa, semoga maling ataupun yang masih berniat mencuri helm sadar diri. Memiliki helm dengan cara halal lebih keren dibanding bergaya dengan helm milik orang lain. n

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR