KUALA LUMPUR (Lampost.co)--Hasil penyelidikan jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 pada 17 Juli 2014, ditanggapi oleh Pemerintah Malaysia.
Tim Penyelidik Gabungan (JIT) di Belanda memberikan kesimpulan bahwa pesawat Malaysia Airlines MH17 jatuh di wilayah udara Ukraina, setelah dihantam rudal Buk yang berasal dari sistem rudal buatan Rusia.
 
"Pemerintah Malaysia berkomitmen untuk memberikan keadilan kepada korban MH17, yang secara tragis ditembak jatuh pada 17 Juli 2014. Kami tetap bertekad untuk membawa mereka yang bertanggungjawab ke meja persidangan," pernyataan Pemerintah Malaysia, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/5/2018).
 "Kami mengapresiasi presentasi dari Tim Penyelidik Gabungan pada 24 Mei 2018 dalam laporan terbarunya dan mengupayakan penyelidikan kriminal. Kami akan mempelajari temuan dari laporan itu," imbuh pernyataan Malaysia.
Sebagai anggota JIT, Malaysia juga memberikan apresiasinya kepada anggota JIT yang bisa meraih informasi kritis mengenai peristiwa ini. Malaysia pun mengharapkan adalah kemajuan pesat dari informasi tersebut.
"Sejak pertama kali dilakukan, Malaysia secara konsisten mendukung penyelidikan yang transparan, independen dan proses yang melelahkan ini. Kami mendorong publik untuk memberikan bantuan atau bukti yang bisa membawa pelaku penembakan ke persidangan," tegas pernyataan itu.
 
Tidak lupa, Pemerintah Malaysia berbelasungkawa kepada korban dan keluarga dari penumpang MH17. "Kami memiliki utang untuk menguak siapa otak insiden tragis ini," tutup pernyataan itu.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR