LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 8 July
12982

Tags

LAMPUNG POST | Malapetaka Tol!
Iyar Jarkasih, wartawan Lampung Post. Lampost.co

Malapetaka Tol!

PEKAN lalu, saya mengunjungi kerabat di Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan. Sepanjang perjalanan atau sekitar lima kilometer sejak kami masuk daerah itu selepas dari Jalan Soekarno-Hatta (bypass), teman yang mengendarai mobil mengeluh tanpa henti.
Penyebabnya adalah kondisi jalan di Kecamatan Sidomulyo yang rusak parah. Sebagian besar jalan di daerah ini sudah tidak beraspal dan berlubang cukup dalam. Tidak hanya itu, wilayah di sini pun terasa gersang lantaran banyaknya debu yang bertebaran.
Beruntung, saat itu mobil yang kami kendarai adalah jenis minibus. Seandainya jenis mobil kecil, seperti sedan, kemungkinan teman akan memilih kembali ke Bandar Lampung. Sambil bergumam, teman pun terus menyetir dan kami tetap melanjutkan perjalanan.
"Tur benar kita di sini. Jalan sudah enggak berbentuk begini. Benar-benar perjalanan jarak dekat yang melelahkan," ujar teman.
Setelah kami masuk lebih dalam ke Kecamatan Sidomulyo, rupanya di daerah ini sedang terdapat pembangunan jalan tol trans-Sumatera (JTTS). Kalau tidak salah ruas tol Sta 40—000.
"Mungkin gara-gara ini (pembangunan tol) jalan di sini jadi rusak parah. Kan banyak mobil besar-besar yang lewat mengangkat material. Kalau saya jadi pejabat di sini, saya panggil itu yang punya kepentingan dan saya minta mereka supaya fasilitas jalan warga saya yang rusak parah segera diperbaiki," kata teman.
Mendengar ucapan teman, saya lalu mencoba membuatnya tenang dengan memberi sebotol air mineral. "Sudah ini minum dulu. Biar enggak sakit pinggang," ujar saya, sambil tertawa kecil.
Memang, adanya pembangunan infrastruktur seperti jalan tol sejatinya adalah sesuatu yang patut disyukuri. Keberadaan tol tentunya akan berdampak positif untuk kemajuan Lampung dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
Meskipun demikian, tentu kita patut pula berharap, dalam progres pembangunan tol tersebut tidak mengabaikan kepentingan warga sekitarnya. Fasilitas untuk masyarakat harusnya tetap prioritas.
Jangan sampai, kebaikan pembangunan jalan tol justru menjadi malapetaka yang berbuntut menyengsarakan rakyat. Apalagi, sebagian besar warga di Sidomulyo dan sekitarnya adalah petani yang sehari-hari hilir mudik mengangkut bahan-bahan kebutuhan perut. Sudah semestinya, fasilitas umum seperti jalan di daerah itu bisa diutamakan.
Kita sangat berharap progres pembangunan tol di Lampung tidak hanya tampak indah dan menawan bila dilihat dari atas helikopter. Namun, masyarakat yang ada di lokasi sekitar pun benar-benar bisa merasakan langsung manfaat dari adanya pembangunan infrastruktur tersebut.
Kita tentu tidak ingin, di hari-hari mendatang, terdengar adanya plesetan jika pembangunan jalan tol Lampung itu bak surga dari luar, tetapi neraka bagi warga sekitar. n

BAGIKAN


REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv