MENGGALA (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten Tulangbawang resmi melaunching Mal Pelayanan Publik (MPP) Tulangbawang. Soft Opening MPP ditandai dengan penekanan tombol sirine dan pengguntingan vita oleh Bupati Tulangbawang Winarti, bersama Staf Ahli Gubernur Lampung Hanibal, Anggota DPR RI Aziz Syamsudin, Anggota DPRD Provinsi Lampung Bambang Suryadi, dan Forkopinda Plus setempat serta tokoh adat Megow Pak Tulangbawang.

Soft Opening MPP dihelat tepat berada di depan gerbang MPP di Komplek Pemda Baru, Tiyuh Tohow Menggala, bersamaan dengan Festival Megou Pak dalam rangka HUT ke 22 Tulangbawang, Kamis (14/3/2019).



Bupati Tulangbawang Winarti mengatakan, MPP diciptakam sebagai upaya memaksimalkan dan komitmen memberi kemudaha pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, lanjut Winarti, sebagai upaya menyamakan persepsi seluruh OPD penyelenggara pelayanan, baik perizinan maupun non-perizinan untuk menintegrasikan pelayanan. "Optimalisasi MPP ini harus didukung oleh SDM Aparatur yang berintegritas dan berjiwa hospitality. Untuk front office, perekrutan SDM dilakukan oleh BKD dengan menyeleksi ASN, terutama dari OPD terkait," kata Winarti.

Dia menjelaskan, kriteria SDM yang diperlukan antara lain smart, ramah, dapat berkomunikasi dengan baik, serta menguasai persyaratan dan SOP pelayanan. Sementara untuk SDM back office, masing-masing OPD terkait menugaskan pejabat atau stafnya yang berkompeten ke MPP untuk melakukan proses pemberkasan. "Ingat MPP ini memiliki tujuan bersama dalam membangun Tulangbawang. Siapapun yang memilik prilaku malas dalam bekerja, segera berubah. Jangan sampai perilaku itu mendarah daging didalam diri," ujarnya.

Sekretaris Kabupaten Tulangbawang Anthoni dalam laporannya mengatakan, soft opening MPP merupakan hasil rekomendasi Kementerian Dalam Negeri yang telah beberapa kali meninjau kesiapan MPP dan di daulat berstandar nasional. "Kementerian dalam negeri merekomendasikan soft opening MPP. Kita patut bangga karena MPP ini berstandar nasional," kata Anthoni.

MPP yang pertama di Lampung ini terintegrasi dengan 135 layanan publik. Setidaknya ada 11 dinas dan lima instansi vertikal yang akan mengisi MPP Tulangbawang. Dinas tersebut antara lain, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Kesehatan, dan lain sebagainya.

Sementara instansi vertikal yang akan melayani kebutuhan masyarakat Tulangbawang adalah Polres Tulangbawang, Kementerian Agama, Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan Manggala, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Kejaksaan.

 

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR