LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 2 July
3397

Tags

LAMPUNG POST | Makna Mudik Obama
Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama (tengah) melambaikan tangan saat mengunjungi Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (28/6). ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Makna Mudik Obama

TRADISI pulang kampung—mudik dalam suasana Lebaran Idulfitri mempererat silaturahmi sebagai alat pemersatu anak bangsa. Kekuatan mudik berdampak besar dan mendalam bagi kebersamaan rakyat di negara ini. Tak ketinggalan Presiden ke-44 Amerika Serikat (AS) Barack Hussein Obama bersama keluarga. Dia memilih liburan mudik ke Indonesia.
Di negara kelahiran ayah tirinya, Lolo Soetoro, Obama memilih Pulau Bali dan Yogyakarta tempat liburan. Sudah sepekan lebih Obama berada di Indonesia. Tiba di Pulau Dewata, Jumat, 23 Juni 2017. Dia menggunakan pesawat tipe Gulfstream dari Guam, sebuah pulau—tempat pangkalan militer milik Amerika di bagian barat Samudera Pasifik.
Pesawat carter itu ditumpangi oleh Obama beserta istri Michelle dan dua putrinya Malia dan Sasha. Dia juga mengajak kerabat berjumlah 10 orang. Dalam lawatan ke negeri ini, Presiden Joko Widodo mengundang Obama untuk mencicipi kuliner—serabi. Obama juga melihat dari dekat kebun raya dan Istana Bogor.
Kunjungan Obama kali ini ke Indonesia adalah pertama pascatidak lagi menjabat sebagai presiden. Pada 2013 lalu, siswa SDN 01 Menteng Jakarta itu pernah mengunjungi Indonesia, saat ia masih menjabat kepala negara. Pada kunjungannya ini juga, Obama menjadi pembicara kunci pada Kongres Diaspora Indonesia ke-4 pada 1 Juli 2017.
Acara yang diselenggarakan Indonesian Diaspora Network Global (IDNG) di Kasablanka Hall Jakarta itu menghadirkan 42 pembicara dalam 12 sesi yang berbeda dengan tema Bersinergi Bangun Negeri.
Selama di Pulau Bali, tak banyak wartawan meliput liburan Obama. Bahkan dinyatakan tertutup—privat bagi publik. Berbeda di Yogyakarta, 28 Juni. Obama bersama keluarga bisa diabadikan wartawan. Di Kota ini, dia mengunjungi Candi Borobudur, Prambanan, dan candi lainnya. Obama pun mengagumi Borobudur sebagai simbol harmoni dan toleransi umat beragama.
Usai mendampingi kunjungan Obama, Dirut PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Edy Setijono mengatakan Presiden ke-44 AS itu mengagumi candi peninggalan agama Buddha. Borobudur saat ini, kata Obama, berada di tengah masyarakat Islam dan masih terawat dengan baik. Obama bersama keluarga naik hingga ke puncak Borobudur melalui pintu barat (Kenari) pada pukul 16.35 WIB dan turun kembali pukul 17.18 WIB.
Obama pun menceritakan kunjungannya ini merupakan kali kedua. Saat masih kecil, kata Edy, Obama pernah mengunjungi Borobudur. Sedangkan bersama keluarganya, ini merupakan kali pertama ke candi Buddha terbesar di dunia. "Obama sangat terkesan. Dan membuka memori masa kecilnya. Dia pernah ke Borobudur, dan sekarang datang lagi dengan keluarga. Sangat indah dan merupakan simbol toleransi," katanya.
Setelah dari Bali dan Yogyakarta, akankah liburan Obama dan keluarga berdampak bagi wisata Indonesia? Masyarakat pariwisata berharap kunjungan mantan orang nomor satu dari Negeri Paman Sam ini bisa menyedot turis dengan angka yang sangat signifikan.
Terbukti, dalam waktu bersamaan, PM Malaysia Najib Razak berlibur ke Bali, Senin 26 Juni lalu. Dia menempati kamar Raja Salman saat berlibur, beberapa waktu lalu.
Bagi Obama, Indonesia adalah kampung halaman keduanya setelah Hawaii. Dia punya ikatan batin. Bumi Nusantara ini dibayangkan Obama di usia enam tahun, sebagai pulau rempah-rempah. Kala itu, dia masih tinggal di Hawaii, AS, sebelum diajak ayah tiri Lolo Soetoro ke Indonesia. Obama menghabiskan waktu kecilnya sekolah dasar di Jakarta, dan juga tempat berlibur di Yogyakarta.

***

Liburan di Yogya, Obama mengunjungi Puncak Becici, Bantul. Setelah kedatangan Obama, objek wisata itu diharapkan mampu mendunia, dan menggenjot kunjungan wisatawan mancanegara. Di atas Puncak Becici terutama pada sore hari, wisatawan bisa menikmati pemandangan matahari terbenam, serta melihat secara jelas Kota Yogya.
Mengisi mudiknya, mantan presiden adidaya dan keluarga berkesempatan makan siang di Restoran Bumi Langit, Bantul. Obama sangat lahap menyantap mi lethek asli Srandakan, Bantul. Pemilik restoran, Iskandar Waworuntu, bercerita Obama sangat menyukai mi lethek. Yogyakarta mengambil berkah dari pelesiran Obama ini.
Dalam banyak literatur mengisahkan, ibu Obama, Ann Dunham, menikah untuk kedua kalinya dengan Lolo Soetoro, putra Indonesia. Ayah kandung Obama bernama—sama dengan dirinya, Barack Hussein Obama. Dalam buku yang ditulis Obama sendiri: Dreamsfrom My Father, ayah kandungnya meninggalkan Hawaii pada 1963. Saat itu dia masih berusia dua tahun.
“Jadi, sebagai seorang anak, aku hanya dapat mengenal ayah kandung melalui cerita dari ibuku dan kakek serta nenekku," kata Obama. Ayah dan ibu Obama bercerai pada tahun 1963. Hingga akhirnya, ibu Obama disunting Lolo Soetoro.
Nama lengkap ayah tirinya adalah Dr Lolo Soetoro Mangunhardjo. Dia lahir di Kota Bandung pada 1935. Lolo menempuh studi sarjana di Jurusan Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Lulus pada 1962.
Kemudian bekerja sebagai pegawai sipil di TNI hingga kemudian mendapat beasiswa ke Universitas Hawaii. Lolo pun lulus pada 1964. Dari banyak cerita, ayah tiri, ibu, dan Obama pun menghabiskan waktu liburnya ke Kota Gudeg, di sebuah rumah di Jalan Bungur D7, kompleks perumahan dosen UGM, Bulaksumur.
Sepetak rumah seluas 200 meter persegi sangat bersejarah bagi mantan Presiden Amerika itu. Rumah ini tidak luput dari agenda kunjungan Obama. Sebab, masa kecil pria berkulit hitam yang akrab disapa Barry, tinggal di rumah dinas Prof dr Iman Sutiknjo, mantan Dekan Fisipol UGM.
Istri Iman sendiri adalah kakak kandung Lolo Soetoro, ayah tiri Obama. Ternyata, ibu kandung Obama, Ann Dunham, juga tercatat sebagai staf peneliti di Pusat Studi Kependudukan UGM.
Di tempat ini, ibu dan ayah tiri Obama berdiam. Kini rumah tersebut menjadi salah satu bagian dari Museum UGM sejak tahun 2011. Salah satu ruangan di rumah itu pun diberi nama Ruang Barry, lengkap dengan meja belajar dan kasur kecil. "Waktu kecil, saat sekolah di Menteng, sekitar tahun 1967—1971, waktu libur panjang beliau selalu ke Yogyakarta dan menginap di sini," jelas pengelola Museum UGM, Widodo, Rabu (28/6/2017).
Rumah ini, kata Widodo, masih berkesan bagi Obama. Buktinya, saat Inagurasi Presiden Obama periode pertama, seluruh keluarga yang pernah tinggal di rumah bersejarah tersebut diundang ke Gedung Putih.
Yang jelas, kehadiran Obama di Kota Pelajar—bernostalgia tentang Yogya dulu dan sekarang. Begitu indah hidup di Bumi Nusantara kala itu, pasti diceritakan Obama kepada istri dan kedua putrinya tercinta.
Hari Minggu ini, Obama bersama rombongan meninggalkan Tanah Air untuk kembali ke Amerika. Sejuta kenangan indah terukir bagi keluarga Obama. Lunaslah sudah janji sang ayah membawa kedua putrinya untuk tapak tilas ke Negeri Khatulistiwa ini.  ***

BAGIKAN


REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv