SAHABAT Muda, setiap hobi yang kita sukai tentu memberikan pengalaman dan tantangan bagi penikmatnya bukan? Nah, bagaimana dengan Sahabat Muda yang memiliki hobi ekstrem? Mereka pasti punya alasan tersendiri hingga jatuh cinta dengan hobinya itu.
Selain memacu adrenalin, olahraga ekstrem ini makin memotivasi para pecintanya. Salah satunya diungkapkan Erwin Saputra. Sahabat Muda yang satu ini sejak setahun terakhir mulai menggeluti olahraga motocross dari awalnya coba-coba sampai akhirnya ketagihan. Alhasil, hobinya terus berlanjut sampai sekarang.
"Mulai suka itu pas kebetulan ada acara 17 Agustusan. Nah, dari sana jadi ketagihan main motocross," kata Ewin, sapaan akrabnya.
Menurut dia, motocross memberi semangat dan tantangan tersendiri bagi pecintanya. Salah satu alasan yang membuatnya menyukai hobi ekstrem adalah bermain motor itu asyik dan menyenangkan. "Enggak ada kapoknya, jadi walaupun jatuh, namanya hobi tetap suka, susah mau dihilangkan."
Untuk menyalurkan hobinya itu, Erwin dan rekan-rekannya yang tergabung di komunitas Trail Adventure Sabahbalau (TAS) menggelar kegiatan minimal satu bulan sekali. "Kalau latihan biasanya kami di kebun karet. Sekali kumpul latihan bisa sampai 20 orang," kata dia.
Menurutnya, bermain motocross bukan sekadar penyalur hobi, melainkan juga memiliki nilai positif. Kadangkala Erwin dan rekan-rekannya mewujudkan adventure-nya dengan tur ke beberapa tempat, seperti Kotaagung, Pringsewu, Tanjungbintang, dan Piabung.
"Kalau adventure gitu sisi kekeluargaannya sangat erat. Kami saling tolong-menolong. Kalau jatuh, langsung ada yang menolong, bensin habis kami berbagi, kalau enggak kuat nanjak, bantu dorong," ujarnya.
Hal itu berbeda dengan Sahabat Muda lainnya, yaitu M Rizki Andrini, yang menyukai hobi mendaki gunung. Menurut mahasiswa FEB Unila itu, mendaki gunung bukan sekadar olahraga. Sebab tidak hanya fisik, mendaki gunung memiliki makna tersendiri.
Mendaki gunung dituntut untuk lebih kompak, mengesampingkan egois, saling memedulikan satu sama lain sesama pendaki, dan yang paling penting tujuan utama mendaki bukan sampai puncak, tujuan mendaki adalah bagaimana selamat sampai rumah.
Sejumlah Sahabat Muda Lampung ternyata menyukai olahraga menantang yang disebut parkour (freerunning). Dikutip dari laman Wikipedia, parkour (baca : Paar-kuur, kadang-kadang disingkat PK) diartikan sebagai aktivitas yang bertujuan berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, dengan efisien dan secepat-cepatnya, menggunakan prinsip kemampuan badan manusia. Olahraga asal Prancis ini rupanya telah merambah ke Lampung sejak 2008 dan hingga kini komunitasnya masih eksis di Bandar Lampung dan Metro.
Meski demikian, masih banyak sobat muda yang kurang paham dan menyebutkan parkour itu layaknya aktor mandarin Jackie Chan yang berlari ke sana-sini, lompat dari gedung, salto, dan sebagainya yang kelihatannya berbahaya. Sebenarnya, parkour merupakan olahraga yang diperkenalkan oleh David Belle, yang merupakan adaptasi dari pelatihan halang rintang pemadam kebakaran militer pada perang dunia kedua.
Rifo Sultan, salah satu praktisi (sapaan pegiat) Parkour Lampung, mengatakan ia menggeluti olahraga tersebut sejak kelas III SMP. Ia heran saat pertama kali berlatih dengan Parkour Lampung. Pola latihannya jauh berbeda dengan di video, tidak ada lompatan besar, melewati atap gedung, atau salto, yang ada hanya latihan fisik, push up, dan sejenisnya dengan intensitas yang cukup tinggi, dan memulai dari teknik dasar dengan lompatan-lompatan yang kecil.
“Pertama ikut kok enggak ada salto-saltonya, wah ternyata isinya fisik semua pas latihan, pulangnya badan pegel-pegel sampe seminggu. Namun rupanya, itu untuk menguatkan fisik dan teknik dasar. Sebab di parkour enggak instan karena potensi cedera tinggi makanya fisik harus kuat,” ujarnya di sela-sela latihan Parkour Lampung, di Pasar Seni Enggal, Kamis (18/5/2017).
Sebagai salah satu pengurus dan instruktur Parkour Lampung, Rifo dan rekan-rekannya rajin berlatih setiap minggu dan melatih anak-anak baru baik dari kalangan sekolah, remaja, maupun orang dewasa. Menurutnya, banyak manfaat yang bisa didapatkan dari parkour. Selain fisik yang dimiliki bugar, lincah, dan kemampuannya bisa digunakan untuk membantu orang lain atau bahkan kabur jika dikejar orang.
“Awalnya saya ini geek game dari SMP, nerd gitu, tetapi sekarang fisik bisa dibilang kuat kayak olahragawan. Namun, banyak filosofi terkandung dari parkour, kami diajarkan untuk down to earth, lebih menghargai lingkungan, tidak jadi perusak, dan semangat untuk membantu orang lain, karena nilai-nilai filosofi dari parkour juga diajarkan ke kami,” kata siswa kelas XI SMA YP Unila itu.
Arnold Wijaya, siswa kelas III SMPN 28 Bandar Lampung, praktisi lainnya yang baru saja mengikuti ujian nasional menyebutkan parkour adalah olahraga yang sangat menyenangkan. Pria yang tumbuh dengan olahraga karate ini merasa parkour merupakan olahraga yang unik, keren, menyehatkan, dan menarik untuk digeluti. Menurutnya, dari video-video ekstrem di YouTube lah ia tertarik dengan parkour dan mengajak kawan-kawannya untuk berlatih bersama.
“Kalau di karate kan ada jurus-jurusnya, di parkour ini kami diberi kebebasan berlatih, mau seperti apa, yang penting fisik dan teknik dasar harus dikuasai, dan ini juga bisa dibilang keren, jarang yang suka olahraga menantang kayak gini, walau di karate saya sering juara,” kata pemuda yang telah menggeluti parkour hampir satu tahun.

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR