SEBUAH penelitian menyebutkan makan sendirian adalah salah satu penyebab utama perasaan tidak bahagia. Para peneliti dari Oxford Economics and the National Centre for Social Research menyurvei lebih dari 8.000 orang dewasa Inggris melihat cara hidup yang lebih baik.

Namun, data tersebut menunjukkan adanya penurunan suasana hati dalam enam bulan terakhir sebanyak 0,5 poin menjadi 60,7 poin. Penurunan tersebut dipicu beberapa hal seperti cuaca ekstrem dan kekacauan kendaraan umum.
Makan sendirian memiliki hubungan kuat dengan ketidakbahagiaan dibanding dengan pemicu tunggal selain gangguan mental.



Kesehatan mental juga menjadi salah satu pemicu negatif berhubungan dengan kesejahteraan. Mereka yang mengalami kecemasan, depresi, serangan panik, atau perilaku kompulsif memiliki nilai 8,5 poin lebih rendah dibanding dengan nilai rata-rata. Pemicu ketidakbahagiaan lainnya adalah gerakan fisik yang terbatas di mana partisipan mendapat nilai 5,4 poin lebih rendah, sementara orang dengan ketidakmampuan belajar mencetak 3,7 poin lebih rendah.

Sebaliknya, makan dengan orang lain memiliki salah satu asosiasi positif tertinggi dengan kesejahteraan dengan skor 0,22 poin lebih tinggi, setara dengan memiliki cukup waktu untuk melakukan hal-hal (0,36), kehidupan seks yang memuaskan (0,44 lebih tinggi), dan tidur nyenyak (0,93 poin lebih tinggi).

Dengan demikian, para peneliti mengatakan temuan mereka menyoroti pentingnya kontak tatap muka dengan peningkatan kebahagiaan. Hal ini karena bentuk kontak sosial, seperti termasuk berbicara dengan tetangga dan bertemu dengan teman dan keluarga secara langsung, berkaitan dengan skor kebahagiaan yang lebih tinggi. Sementara pesan teks, e-mail, dan interaksi digital lainnya, seperti media sosial, tidak menunjukkan hubungan tersebut sama sekali.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR