LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 11 July
5700

Tags

LAMPUNG POST | Main Tampar
Djoni Hartawan Jaya, wartawan Lampung Post. Lampost.co

Main Tampar

BEBERAPA hari terakhir negeri ini sempat dikejutkan ulah seorang ibu calon penumpang pesawat Batik Air rute Manado—Cengkareng yang menampar petugas aviation security (avsec) di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara.
Peristiwa itu bermula ketika perempuan yang mengaku istri pejabat polisi bintang satu itu masuk pintu X-ray SCP 2. Tiba-tiba pintu detektor berbunyi karena dia memakai arloji. Petugas avsec kemudian memeriksa dan meminta agar arloji tersebut dilepas untuk dimasukkan ke dalam X-ray.
Alih-alih mengikuti permintaan petugas, ibu tersebut rupanya tidak terima dan langsung menempeleng petugas avsec tersebut. Kejadian itu sontak viral di media sosial dan menjadi perhatian hampir seluruh anak negeri.
Meskipun saya jarang naik pesawat, setahu saya dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, pada Pasal 335 disebutkan semua penumpang, awak pesawat, bagasi, kargo, dan pos yang akan diangkut harus diperiksa dan memenuhi persyaratan keamanan. Pemeriksaan ini menjadi tugas dan wewenang personel avsec.
Pemeriksaan itu pasti dilakukan untuk menjamin tidak ada barang terlarang yang dapat digunakan untuk melakukan tindakan melawan hukum dan membahayakan keselamatan penerbangan. Karena itu, saya sontak terkejut saat sang ibu tersebut menolak untuk melepas arloji. Kemudian marah-marah serta menyebut dirinya istri pejabat dan serta-merta langsung seenaknya menampar.
Saya terkejut, kok bisa sang ibu berlaku seperti itu. Maaf, kalau istri pejabat atau istri jenderal memang kenapa? Apakah kebal aturan, kebal hukum, enggak bisa ditegur, enggak bisa salah atau boleh semaunya sendiri di negeri ini?
Saya tidak habis pikir, dengan status jabatan yang disandang suaminya, ibu tersebut sudah bisa berbuat seperti itu. Bagaimana jika suaminya memiliki jabatan lebih tinggi, semisal menteri, kapolri, atau presiden. Wah, tak terbayangkan apa yang bakal terjadi. Bisa-bisa petugas avsec itu langsung dipecat dan Bandara Sam Ratulangi pun langsung ditutup.
Padahal, andai ibu pejabat itu mau berkaca pada sekelilingnya, mungkin dia tidak sampai berbuat seperti itu. Sudah banyak contoh pejabat tinggi beserta keluarganya bisa berlaku elok, santun, dan patuh aturan. Bahkan, pemimpin negeri kita sendiri, Presiden Joko Widodo, beserta Ibu Iriana, selalu memberikan teladan bersikap santun dan rendah hati kepada rakyat.
Sang Presiden beserta Ibu Negara ikut antre tiket pesawat, naik pesawat kelas biasa, dan duduk bersama penumpang lain. Sapa, salam, ramah, dan santun kepada siapa pun yang ditemuinya. Kemudian rela bersabar saat mobilnya terjebak macet. Ini baru pejabat dan ini yang sangat dibutuhkan di negeri ini. Pejabat yang rendah hati, santun, sopan, patuh pada aturan, dan dekat dengan rakyat.
Karena itu pula saya sangat mendukung Wakapolri Komjen Syafruddin yang menegaskan jenderal bintang lima sekalipun jika memang melakukan tindak pidana tetap diproses. "Jangankan istrinya, jenderalnya pun kalau melakukan tindak pidana akan diproses," tegasnya.
Saya dukung dan setuju agar ke depan hal-hal memalukan seperti itu tak terjadi lagi di Republik ini. Sebab, satu hal perlu disadari, rakyat sangat kecewa dan tidak suka melihat pejabat, istri pejabat, atau keluarga pejabat arogan, sombong, serta merasa jemawa. Sebab, semua fasilitas yang ada pada pejabat publik dibiayai dari uang rakyat.

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv