BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjungkarang menjatuhkan hukuman selama 8 tahun penjara terhadap terdakwa
Tusono alias Mas Tus (29) warga Desa Padangsari, Kecamatan Sukorharjo, Kabupaten Pringsewu, Selasa (26/6/2018).

Hakim Ketua Ismail Hidayat mengatakan terdakwa dinyatakan bersalah melanggar pasal 82 UU.RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang  Nomor 1 Tahun 2016 tentang tentang perubahan kedua atas Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.



"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama delapan tahun serta denda Rp60 juta subsider empat bulan kurungan," kata Ismail di persidangan kemarin.

Vonis majelis hakim lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum dengan memvonis terdakwa dengan pidana penjara selama delapan tahun enam bulan. Atas putusan tersebut, baik Jaksa, penasehat hukum dan terdakwa menyatakan terima.

Jaksa Eka Septiana Sari dalam surat dakwaannya mengatakan perbuatan cabul yang dilakukan terdakwa terhadap korban P (6) pada awal Desember 2017 silam di toko milik UT (ibu kandung korban) di Jalan Teuku Chik Ditiro Kemiling, tempat terdakwa bekerja.

Saat itu saksi korban mengajak terdakwa main dokter-dokteran dimana saat itu terdakwa menjadi dokter sementara saksi korban menjadi pasien. Saat itu terjadi pencabulan dengan cara terdakwa memegang tubuh korban kemudian berbuat tidak senonoh kepada korban.

"Perbuatan tersebut tidak sampai disitu, terdakwa kembali melakukan pencabulan terhadap saksi korban P," katanya.

Dimana pada saat itu pada 17 Desember 2017, sekitar pukul 14.00 wib, di ruang belakang rumah, terdakwa memeluk korban dengan cara berhadapan sambil terdakwa menggendong korban P. "Kejadian itu dilihat oleh nenek korban dan menanylakan kenapa memeluk korban dengan cara seperti itu, kemudian terdakwa tidak menjawab," kata Jaksa.

Nenek korban juga menanyakan kebenaran bahwa pada saat saksi korban buang air kecil merasa sakit.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR