BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)---Pawang Gajah (mahout) Lembaga Konservasi (LK) Taman Satwa Lembah Hijau membantu penggiringan gajah liar ke kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di Kecamatan Semaka, Tanggamus. Kegiatan itu berlangsung pada 20—21 Februari 2018.

Mahout Lembah Hijau, Aprianto, menjadi bagian tim terpadu dalam penggiringan gajah liar tersebut. Tim terpadu itu, di antaranya Heru yang berasal dari Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Kemudian jajaran anggota forum mahout, BKSDA Lampung, TNBBS, WCS, RPU, dan WWF.



"Alhamdulillah, dengan ikut melibatkan masyarakat sekitar, kami bersyukur proses penggiringan gajah ke kawasan (TNBBS) berjalan lancar," kata Aprianto, Jumat (23/2).
Menurut dia, keikutsertaannya dalam penggiringan gajah liar tersebut sudah yang kesekian kalinya. Sebelumnya, LK Lembah Hijau juga telah mengirimnya melakukan misi serupa di Provinsi Jambi tahun lalu.

Ketua tim pelaksana penggiringan gajah liar tersebut, Nazaruddin, mengatakan pada kegiatan konservasi itu pihaknya berhasil menggiring 12 ekor gajah liar berjenis kelamin betina masuk kawasan TNBBS. Gajah-gajah tersebut usianya diperkirakan 5—30 tahun. "Kami menggiring gajah-gajah itu kembali masuk kawasan dengan radius tiga kilometer," kata Nazaruddin.

Dia yang juga Koordinator Elephant Respons Unit (ERU) TNWK itu mengatakan penggiringan gajah-gajah liar tersebut dilakukan guna menghindari konflik satwa gajah. Selain itu lantaran adanya laporan warga yang mengeluhkan kebun mereka rusak.

Terkait keterlibatan mahout dari Lembah Hijau, Nazaruddin mengaku pihaknya memang sudah sering menggandeng LK Lembah Hijau dalam kegiatan konservasi. Menurutnya, keberadaan mahout menjadi salah satu faktor penting dalam kegiatan penggiringan gajah-gajah liar tersebut.

"Mahout sangat punya peranan penting. Karena ini pasukan terdepan. Kemampuan mendekteksi dan teknis menggiring itu ada di mahout," kata dia.

Ia menilai adanya peran serta dari LK Lembah Hijau dalam kegiatan itu, diharapkan dapat mendorong lembaga konservasi lainnya untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan konservasi lainnya.

 

 

EDITOR

Iyar Jarkasih

TAGS


KOMENTAR