BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Lampung (UML) yang tergabung dalam Muhammadiyah Disaster Management Center (MDCD) atau Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah terus melakukan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan bantuan sampai ke pelosok negeri.

MDMC ini merupakan lembaga Muhammadiyah yang bertugas untuk mengoordinasikan mobilisasi sumber daya dalam tanggap darurat bencana, mitigasi, dan kesiapsiagaan bencana serta rehabilitasi pascabencana. Sehingga dalam pelaksanaannya diperlukan komunikasi dan koordinasi dengan seluruh jajaran pimpinan, majelis, lembaga, amal usaha, organisasi otonom, dan kader Muhammadiyah. 



Mahasiswi UML Jurusan Psikologi Semester VII, Mutia Lara Sati, yang dikirim ke Palu—Donggala pada saat gempa dan tsunami di sana menceritakan bahwa selain memberikan bantuan sosial, dan mengobati trauma pada masyarakat, dia mendapatkan banyak pelajaran hidup di sana. 

Ia menceritakan selain dia, ada rekannya sesama Jurusan Psikologi dari UML yang berangkat ke Sulawesi Tengah, Palu—Donggala yaitu Rendi Saputra, Alifia Anggeraini, dan Alla Udin Faris Afif yang disebar untuk membantu masyarakat Patoloan, Wani, dan Sirenja.

"Kami bertugas di sana selama dua bulan sejak 20 Oktober—20 Desember 2018 kemarin," katanya kepada lampost.co, Rabu (30/1/2019).

Kemudian, ia mengatakan bahwa pihaknya memberikan bantuan kepada masyarakat berupa psikososial, trauma healing, dan edukasi sosial yang dikemas dalam perlombaan, memberikan motivasi pascabencana kepada anak, seperti bermain dan mengasah kreativitas. Kemudian juga memberikan melakukan sosialisasi pola asuh kepada anak, pola hidup sehat, dan sebagainya.

"Kami juga membantu menyalurkan kebutuhan pokok untuk hidup, bikin sekolah ceria, bangun kampung, dan sebagainya. Kami juga bantu pulihkan trauma anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua agar bisa kembali lanjutkan hidup," kata mahasiswi yang aktif di organisasi pencinta alam Universitas Muhammadiyah ini.

Mutia berpesan kepada teman-teman anak muda yang ada di Lampung agar bisa terus peka terhadap kondisi masyarakat sekitar. Kemudian, banyak bersyukur dengan apa yang Allah swt berikan. Jangan banyak mengeluh karena banyak di sekeliling yang bisa berjuang hidup dan membutuhkan bantuan.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR