PRINGSEWU (Lampoat.co): Ratusan mahasiswa STKIP Muhamammadiyah Pringsewu Lampung menggelar berbagai kegiatan menjelang wisuda:seminar, bhakti sosial dan olahraga. Menurut Ketua Panitia Wisuda STKIP Muhammasiyah Pringsewu Lampung (MPL) Dr. Hardi Santosa, M.Pd., kepada Lampost.co, Minggu (9/9), di jelaskan kegiatan menjelang wisuda seperti training motivasi, dengan judul "menjadi guru inspiratif di era revolusi industri". Dia menjelaskan kegiatan training motivasi bertujuan untuk membekali mahasiswa agar lebih siap bersaing menjadi guru di era digital dan revolusi industri generasi ke empat. Menurutnya era revolusi industri 4.0 (empat poin nol) ditandai dengan kehidupan yang serba digital dan percepatan perubahan dunia. Sekarang berkembang robot pintar, e-money dan  pemenuhan kebutuhan hidup yang serba online. Dia menambakan pada era ini siapa yang cepat dia yang menang. "Cepat berfikir, cepat bertindak, dan cepat membaca peluang", ungkapnya. Menurut Hardi, di era revolusi industri fase ke empat, bukan yang besar mengalahkan yang kecil. Justru banyak perusahaan besar hari ini kalah dengan mereka yang kecil tetapi lincah dan cepat membaca peluang. Hardi mencontohkan, bagaimana sistem online seperto Uber bisa membuat perusahaan-perusahaan transportasi besar kewalahan bersaing dengan Uber. Intinya tambah Hardi, mahasiswa harus tanggap dan siap menghadapi era revolusi industri 4.0 ini yang juga menuntut kaum millenial terpelajar menjadi pembelajar cepat. Untuk itu kita hadirkan salah satu trainer motivasi dari Bandung, kota yang terkenal dengan industri kreatifnya yakni mas Amri. Selain kegiatan training motivasi, para calon wisudawan dan.wisudawati juga menggelar kegiatan sosial berupa pemberian bantuan kepada kaum dhuafa berupa sembako. Sebanyak 500 kg beras dan kebutuhan pokok lainnya di bagikan kepada masyarakat sekitar kampus. "Bantuan ini kami berikan kepada masyarakat desa yang berada sekitar kampus maupun desa lain terutama warga/desa binaan kampus dan warga ranting Muhammadiyah", ungkapnya. Ketua Panitia Wisuda Hardi menambahkan, bhakti sosial yang di lakukan para mahasiswa akhir bertujuan untuk membantu secara langsung warga masyarakat yang berada dibawah garis kemiskinan yang kesehariannya susah untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. "Semoga ditengah melemahnya daya beli masyarakat, bantuan ini dapat meringankan beban hidup warga", harapnya. Hardi menambahkan, selain kegiatan training motivasi dan bhakti sosial, para calon wisudawan dan wisudawati juga menggelar kegiatan olahraga berupa tenis meja yang melibatkan tiga unsur, yakni: kalangan sivitas akademika STKIP MPL, warga sekitar kampus dan keluarga besar Muhammadiyah Kabupaten Pringsewu. Tujuannya kata Hardi adalah untuk semakin mendekatkan diri antara penyelenggara pendidikan tinggi dengan masyarakat sekitar dan Muhammadiyah sebagai rumah besar kami bernaung. Kegiatan olahraga di harapakan dapat terbangun ikatan emosional diantara pengelola lembaga pendidikan.demgan lingkungan.masyarakat sehingga penyelenggaraan pendidikan ini dapat semakin baik dan bersinergi.

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR