BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Guna membantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menanggulangi kebakaran, mahasiswa Darmajaya, Yeni Rantika berinisiatif merancang sistem informasi pelaporan peristiwa kebakaran. Sistem pelaporan berbasis android itu dirancang berdasarkan observasi.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer itu mengatakan informasi pengaduan kebakaran melalui call center 113 di BPBD Bandar Lampung masih kurang optimal. Hal itu karena lokasi kebakaran tidak detail, identitas pelapor tidak akurat, dan memerlukan biaya pulsa untuk melakukan panggilan telepon.



"Smartphone dengan sistem operasi Android punya kemampuan tingkat tinggi dalam penyampaian informasi," kata Yeni di Bandar Lampung, Rabu (13/6/2018). Masyarakat bisa registrasi setelah meng-instal aplikasi pemadam kebakaran dan mengaktifkan Google Map.

Sistem informasi terdiri dari pemberian titik lokasi, gambar peristiwa (foto), dan identitas pelapor. Sistem informasi pelaporan kebakaran berbasis Android memudahkan masyarakat menyampaikan informasi kebakaran.

"Informasi akurat dan notifikasi langsung diterima petugas pemadam kebakaran sehingga petugas cepat memperoleh informasi," kata mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi itu.

Ketua Prodi Sistem Informasi Darmajaya, Nurjoko, mengatakan penelitian merupakan bukti penguasaan mahasiswa terhadap ilmu yang dipelajari. Ilmu tersebut diterapkan dalam temuan yang bisa diterapkan sehari-hari. "Aplikasi ini bermanfaat. Akan semakin baik jika lebih dikembangkan," ujarnya.

 

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR