BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- BEM Universitas Lampung bersama dengan beberapa perwakilan ketua lembaga yang menamakan diri "gerakan mahasiswa kawal pilrek Unila" mendatangi ruang senat Unila yang terletak di Rektorat Lantai 3, Senin 26 Agustus 2019.

"Kita ke sini mengawal pemilhan rektor, kita audiensi, dalam rangka menanggapi ketidak konsistenan panitia pilrek bentukkan senat Unila. Terkait dengan penetapan jadwal pemilihan rektor Universitas Lampung," ujar Presiden BEM Unila presiden mahasiswa BEM U KBM Unila Fajar Agung Pangestu, Senin 26 Agustus 2019.



Dalam audiensi tersebut terdapat nota kesepemahaman yang disepakati oleh kedua pihak, dan ditandatangani langsung ketua senat Unila Heryandi.

Adapun isi nota kesepemahaman tersebut meliputi :

1. Memastikan selambat-lambatnya dalam 3 hari untuk memverifikasi seluruh tahapan pelaksanaan pemilihan rektor Unila.

2. Menginformasikan yang termaksud pada poin (1) kepada seluruh civitas akademika Unila melalui semua media yang dimiliki oleh senat Unila baik secara elektronik maupun media cetak (Surat pemberitahuan).

3.Memastikan adanya dialog terbuka calon rector kepada mahasiswa untuk mendengarkan aspirasi mengenai kondisi Unila saat ini.

Apabila ketiga poin di atas tidak diindahkan dalam kurun waktu tiga hari kedepan maka, ketua senat harus mengundurkan diri dari jabatannya. 

“Rektor baru merupakan harapan baru, sehingga kami berharap rektor yang terpilih bukan melalui politik transaksional tetapi politik gagasan,” tambah Fajar.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR