BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Mahasiswa Unila bersama mahasiswa asing yang tergabung dalam AIESEC, memberikan penyuluhan lingkungan kepada anak-anak di kawasan pendidikan Pulau Tegal, Desa Gebang, TanjungJaya, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran. Penyuluhan diikuti dengan membersihkan pulau dari sampah plastik oleh mahasiswa, anak Pulau Tegal, dan prajurit Batalyon Infanteri 9 Marinir.
Ketua program, Abdul Aziz Turaya, mengatakan saat ini masalah sampah dihadapi oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Selain di perkotaan, sampah juga menjadi masalah bagi warga yang tinggal di pulau. "Kami melihat sampah kini menjadi masalah yang harus segera ditangani. Jika tidak, akan berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan warga," kata Abdul, Rabu (1/8/2018). 
Tim tersebut mengerjakan proyek bidang lingkungan yang fokus pada masalah akibat sampah. Kepada anak-anak Pulau Tegal, mahasiswa menjelaskan pentingnya penanganan sampah secara tepat. "Ada tiga hal yang bisa dilakukan untuk menangani sampah yakni reuse, reduse, dan recycle," kata dia.
Komandan Yonif 9 Marinir Letkol Mar Sugeng Purwanto mengatakan aksi tersebut merupakan kegiatan sosial yang melibatkan pihak-pihak peduli lingkungan. "Prajurit berkolaborasi dengan mahasiswa membersihkan pulau dari sampah," kata Sugeng. Kegiatan edukasi tersebut dinilai penting untuk menjaga kebersihan lingkungan dan keseimbangan ekosistem. 

Ketua Sukarelawan Peduli Pendidikan Pulau Tegal (SP3T) Uniroh mengapresiasi upaya mahasiswa mengedukasi anak-anak Pulau Tegal. "Kami juga berterima kasih kepada prajurit Batalyon Infanteri 9 Marinir yang senantiasa mendukung pendidikan di pulau ini," katanya. 



 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR