BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Mahasiswa sebagai agent of change, social control, dan iron stock harus terus berperan aktif dalam proses pembangunan suatu bangsa dan negara. Seperti ditahun ini, Indonesia mengelar pesta demokrasi pemilihan umum (Pemilu) 17 April 2019 yang harus disukseskan dan dijaga situasi dan kondisinya agar tetap kondusif.

Hal tersebut yang dibedah oleh DPM U KBM Universitas Lampung yang mengelar Dialog Kebangkitan Bangsa dengan tema "Millenial Lampung Menatap Kemenangan 17 April 2019" di Aula Rektrorat Lantai 4, Minggu (24/3/2019)



Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Lampung, Karomani mengatakan bangsa dan negara Indonesia mengalami perjalanan yang panjang. Ia berharap mahasiswa harus terus berkontribusi untuk terus melakukan pembangunan kearah kebaikan. "Mahasiswa terus peduli terhadap bangsa dan negara. Mahasiswa juga harus berpartisipasi aktif apalagi di tahun pemilu 17 April 2019 ini," katanya dalam sambutan pembukaan acara tersebut.

Kemudian ia mengajak seluruh mahasiswa untuk terus menjaga demokrasi yang aman dan tertib agar mendapatkan pemimpin-pemimpin negeri yang terbaik. Siapapun yang ditakdirkan allah jadi pemimpin maka harus didukung sepenuhnya. "Jangan sampai persatuan dan pertemanan kita rusak karena acara 5 tahunan. Jangan karena pilihan berbeda kita jadi bermusuhan. Gunakan hak pilih dengan hati nurani yang kondusif," katanya

Wali Kota Bandar Lampung, Herman HN mengatakan dialog kebangsaan harus membawa manfaat bagi semua pihak agar terus mengedepankan persatuan dan persaudaraan. Masyarakat Indonesia harus bersatu padu dan jangan sampai terpecah belah dan bercerai berai. Maka dari itu jangan memilih pemimpin karena dibayar untuk dipilih. "Mahasiswa harus menegakan demokrasi dengan baik. Jangan sampai membiarkan kecurangan. Kita bersatu jangan terpecah belah," katanya.

Kemudian ia mengajak seluruh mahasiswa untuk terus berkontribusi aktif mengisi proses pembangunan. Sebagai generasi muda yang menjadi harapan bangsa bisa terus berkarya melakukan hal yang positif. Pesta demokrasi yang bebas, umum dan rahasia harus dikawal oleh mahasiswa. "Pemuda adalah harapan bangsa, ayok kita isi negara ini dengan pembangunan yang positif," katanya

Sementara itu Komisioner Bawaslu Provinsi Lampung Divisi Hukum, Tamri Suhaimi mengatakan pihaknya melakukan pengawasan pemilu mulai dari awal tahapan, ketika tahapan dan seusai tahapan. Dalam mensukseskan harus ada peran serta dari masyarakat untuk melakukan pengawasan partisipatif.

Ketua Umum MPM Universitas Lampung Faizal Arrosyid menyampaikan tujuan diadakan dialog ini sejatinya bukan sebatas menyadarkan mahasiswa,  tetapi mengajak mereka agar turut berperan aktif menjadi agen-agen untuk menyadarkan masyarakat terkait pentingnya menyukseskan Pemilu.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR